ANAK PETUALANG SEJATI



MY LIFE IS MY ADVENTURE

Gaji + Tunjangan para anggota @dewan || fantastis bukan??????

9 months ago | [YT] | 1

MY LIFE IS MY ADVENTURE

repost @salsaer || tuntutan rakyat indinesia kepada pemerintah NKRI #aksidamai

9 months ago | [YT] | 0

MY LIFE IS MY ADVENTURE

lihat rundown perjalanan dinas anggota #dpr

9 months ago | [YT] | 0

MY LIFE IS MY ADVENTURE

RANTIS MELINDAS KEMANUSIAAN PENGENDARA OJOL

oleh ReO Fiksiwan

„Negara-negara gagal karena institusi mereka dirancang untuk mengekstraksi kekayaan dan kekuasaan dari banyak orang untuk kepentingan segelintir orang.” — Daron Acemoglu dan James A. Robinson, Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty(2012).

Di negeri yang katanya demokratis, nyawa rakyat tak lebih berharga dari selembar surat keputusan. Kamis malam, 28 Agustus 2025, sebuah kendaraan taktis(Rantis) milik Brimob melaju dengan gagahnya di tengah kerumunan demonstran, bukan untuk melindungi, tapi untuk melindas.

Affan Kurniawan(21), pengemudi ojek online(OJOL) yang sedang mengantar makanan, menjadi korban dari negara yang lebih sibuk mengamankan tunjangan rumah Rp50 juta daripada mengamankan hak hidup warganya.

Affan bukan aktivis, bukan provokator, bukan ancaman.

Ia hanya anak muda dari Tanjung Karang yang ingin menyekolahkan adiknya dan membantu ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Tapi, di republik ini, bahkan niat baik pun bisa berujung maut jika bertemu dengan roda rantis yang tak kenal belas kasihan.

Negara, lewat aparatnya, tak hanya gagal melindungi, tapi aktif menjadi algojo atas kemarahan publik yang sah.

Kenaikan gaji dan tunjangan legislator hingga lebih dari Rp100 juta per bulan, di tengah inflasi, PHK massal, dan harga beras yang menari-nari di atas kepala rakyat, adalah bentuk paling vulgar dari ketidakpekaan.

Ketika rakyat bersuara, negara menjawab dengan peluru karet dan kendaraan lapis baja.

Ketika rakyat menuntut keadilan, negara membalas dengan kecepatan rantis yang tak semestinya ada di jalanan sipil.

Seolah-olah, dalam kamus kekuasaan, aspirasi adalah ancaman, dan kemiskinan adalah kesalahan.

Affan Kurniawan kini menjadi nama yang dikenang bukan karena prestasi, tapi karena tragedi.

Ia adalah simbol dari spiral kekerasan(Spiral of Violence,1971) yang pernah diperingatkan oleh Dom Helder Camara(1909-1999(:

“Jika saya memberi makan orang miskin, mereka menyebut saya orang suci.

Jika saya bertanya mengapa mereka miskin, mereka menyebut saya komunis.”

Di Indonesia, jika Anda miskin dan bertanya, Anda bisa dilindas.

Dalam Why Nations Fail(2012), Acemoglu dan Robinson menjelaskan bahwa negara gagal bukan karena miskin, tapi karena institusinya dirancang untuk melayani elite dan menindas rakyat.

Salah satu negara yang diacu dari Acemoglu dan Robinson(2012):

„Mesir miskin justru karena telah diperintah oleh elit sempit yang telah mengorganisir masyarakat untuk keuntungan mereka sendiri dengan mengorbankan massa besar orang.“

Indonesia, dalam insiden Affan, menunjukkan gejala itu dengan telanjang.

Ketika kendaraan taktis menjadi lebih cepat dari respons kemanusiaan, dan ketika aparat lebih sigap melindungi gedung DPR daripada nyawa di trotoar, kita sedang menyaksikan negara yang gagal memahami esensi keberadaannya.

Rantis Brimob bukan sekadar kendaraan.

Ia adalah metafora dari kekuasaan yang kehilangan arah.

Ia bukan pelindung, tapi penindas. Ia bukan simbol ketertiban, tapi lambang ketakutan.

Dan ketika ia melindas Affan, ia juga melindas harapan, melindas cita-cita, melindas kemanusiaan.
Obituari ini bukan sekadar mengenang Affan.

Ini adalah dakwaan terhadap negara yang lebih sibuk menghitung tunjangan daripada menghitung nyawa.

Ini adalah satire atas sistem yang menganggap kematian sebagai collateral damage dari stabilitas.

Dan ini adalah sarkasme terhadap negara yang mengklaim demokrasi, tapi membungkam suara dengan roda baja.
Affan Kurniawan, 21 tahun, bukan sekadar korban.

Ia adalah pahlawan kemanusiaan yang gugur bukan di medan perang, tapi di medan kebijakan yang tak berpihak.

Ia adalah pengingat bahwa di negeri ini, menjadi rakyat kecil adalah risiko yang tak pernah dijamin oleh konstitusi.

Dan selama rantis masih melaju lebih cepat dari keadilan, kita semua adalah Affan yang menunggu giliran.

9 months ago | [YT] | 0

MY LIFE IS MY ADVENTURE

Cuma Rp. 50.000
Diskon 75%

2 BUAH BUKU BAHASA INGGRIS DASAR SEHARGA Rp. 150.000, MENJADI RP.50.000 (*belum termasuk ongkos kirim J&T atau TIKI)

*Bagi yang menyukai pelajaran dasar bahasa Inggris*
Kamu bisa mendapatkan harga khusus untuk 2 buku (lihat foto sampul buku pada lampiran info ini) hanya Rp. 50.000 (*belum termasuk ongkos kirim).

Alamat pengiriman dari Jakarta Utara, DKI Jakarta. Kalian bisa cek ongkos kirim ke alamat kalian secara online.
Judul Buku:
1. SAY IT (Pelafalan dasar bahasa Inggris). Tahun Terbit: 2019.
2. Teknik Penerjemahan Bahasa Inggris Berbasis 16 Tenses. Tahun Terbit: 2023.

Silakan chat admin di nomor WA (0812-8718-7780). Sertakan foto tangkapan layar (screenshot) info ini dan kirimkan ke WA admin agar langsung dibalas oleh admin. Terima kasih.

Salam Literasi,
Penulis 🌹🌹🌹
(Gunawan Tambunsaribu)

3 years ago | [YT] | 1