Forex Club Indonesia

Forex Club Indonesia is here to meet the needs of those who want to learn forex trading, whether you are a beginner or an advanced trader.

We hope that the Forex Club Indonesia YouTube channel can provide valuable benefits for foreign exchange traders in the forex market in understanding the forex business and forex investment.

Thank you,
Forex Club Indonesia

DISCLAIMER:
All content we create is intended solely for informational and educational purposes. We do not provide investment advice, trading recommendations, or any guarantee of profit.
The broker XM discussed in the videos on this channel is a foreign company and is not registered with Bappebti.
Trading involves high risk and may result in losses.
All decisions and risks are entirely the responsibility of each individual user.


Forex Club Indonesia

📢 PENGUMUMAN RESMI – FOREX CLUB INDONESIA

Forex Club Indonesia mengucapkan terima kasih banyak kepada Broker XM atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan sebagai sponsor video di Channel Forex Club Indonesia pada periode sebelumnya.

Kami sangat menghargai kepercayaan serta kontribusi yang telah terjalin selama kerja sama tersebut.

Namun perlu kami sampaikan kepada seluruh trader dan subscriber bahwa XM merupakan Broker luar negeri dan tidak terdaftar di Bappebti (Indonesia).
Oleh karena itu, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia, Forex Club Indonesia memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama sponsorship video dengan Broker XM.

Keputusan ini bukan karena adanya konflik atau masalah dengan pihak XM, melainkan murni sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan Undang-undang di Indonesia serta tanggung jawab kami kepada trader Indonesia.

Terima kasih atas pengertian dan dukungan dari seluruh trader Indonesia.
Semoga Forex Club Indonesia terus menjadi sumber edukasi trading yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Salam,
Forex Club Indonesia

4 months ago (edited) | [YT] | 12

Forex Club Indonesia

Apa penyebab Dolar AS Jatuh ?

Pasar global saat ini mulai menilai bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Berdasarkan data CME FedWatch Tool per Oktober 2025, sekitar 50,8% pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan turun ke level 3,25–3,50%, sementara 46,1% lainnya memperkirakan penurunan ke 3,50–3,75%. Ini berarti pasar memperkirakan adanya pemangkasan 50 hingga 75 basis poin (bps) dari level saat ini 4,00–4,25%.

Ekspektasi pemangkasan ini muncul karena tanda-tanda pelemahan ekonomi Amerika Serikat mulai terlihat, terutama di sektor tenaga kerja dan pertumbuhan upah yang melambat. Kondisi ini menurunkan tekanan inflasi dan memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Jika hal ini terjadi, maka daya tarik Dolar AS (USD) akan menurun karena imbal hasil aset berbasis dolar seperti obligasi ikut turun.

Bagi pair EUR/USD, situasi ini berpotensi memberikan dorongan naik. Jika Bank Sentral Eropa (ECB) tidak seagresif The Fed dalam memangkas suku bunga, maka selisih suku bunga antara AS dan Eropa akan menguntungkan Euro. Akibatnya, EUR/USD berpotensi menguat menuju area 1.1050–1.1200 dalam jangka menengah, terutama jika data ekonomi AS terus melemah dan ekspektasi pemangkasan bunga makin besar.

Sementara itu, emas (XAU/USD) juga berpotensi mendapatkan momentum bullish yang kuat. Ketika suku bunga turun, biaya peluang untuk memegang emas (yang tidak memberikan bunga) ikut menurun, sehingga permintaan terhadap logam mulia ini meningkat. Selain itu, pelemahan Dolar AS membuat harga emas lebih murah bagi investor non-dolar, mendorong permintaan global naik. Dalam jangka menengah, harga emas berpeluang menguji level $2450.00–$2500.00 jika arah kebijakan The Fed tetap dovish.

Secara keseluruhan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menandakan perubahan arah kebijakan moneter menuju pelonggaran. Dampaknya, EUR/USD dan XAU/USD sama-sama memiliki potensi penguatan dalam beberapa bulan ke depan. Para trader sebaiknya memperhatikan data ekonomi AS selanjutnya seperti inflasi dan tenaga kerja, karena data inilah yang akan menentukan seberapa cepat The Fed benar-benar menurunkan suku bunga.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

7 months ago | [YT] | 2

Forex Club Indonesia

Analisis Fundamental EUR/USD Oktober 2025

Pasangan mata uang EUR/USD di bulan Oktober 2025 sedang bergerak dalam fase yang cukup menarik. Dari sisi kebijakan moneter, Bank Sentral Eropa (ECB) memilih untuk menahan suku bunga setelah beberapa kali pengetatan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat mulai menunjukkan sinyal akan melakukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terus melandai. Kondisi ini menciptakan peluang divergensi kebijakan moneter yang bisa menjadi penentu arah besar pergerakan euro terhadap dolar AS dalam beberapa bulan ke depan.

Dari sisi inflasi, Eurozone menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Inflasi rata-rata masih berada di kisaran 2 %, mendekati target ECB, sementara tekanan harga dari energi dan pangan mulai menurun. Sebaliknya, di Amerika Serikat inflasi cenderung bertahan lebih tinggi dari target, yang bisa membuat The Fed lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Jika inflasi AS bertahan tinggi sementara inflasi Eropa menurun, kekuatan dolar bisa kembali menekan euro dalam jangka pendek.

Pertumbuhan ekonomi menjadi faktor lain yang cukup berpengaruh. Data terbaru menunjukkan ekonomi zona Euro masih melambat, terutama di Jerman dan Prancis, dua negara terbesar di kawasan tersebut. Di sisi lain, ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik meskipun tanda-tanda perlambatan mulai muncul di sektor tenaga kerja dan manufaktur. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati — menunggu kejelasan arah kebijakan moneter sebelum mengambil posisi besar di pasar mata uang utama seperti EUR/USD.

Selain faktor ekonomi, kondisi geopolitik global dan arus modal juga ikut berperan. Ketidakpastian hubungan dagang antara AS dan Eropa, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah dan Asia, bisa memicu pergerakan “safe haven” ke dolar AS. Namun, ketika sentimen pasar kembali positif atau risk appetite meningkat, euro berpotensi menguat karena investor mulai mencari aset di luar dolar. Dengan kata lain, arah EUR/USD bulan ini akan sangat bergantung pada seberapa besar pasar merasa nyaman mengambil risiko.

Secara keseluruhan, outlook EUR/USD di Oktober 2025 masih berada di wilayah netral hingga sedikit positif untuk euro. Jika The Fed memotong suku bunga lebih cepat dari ECB, ada peluang bagi euro untuk kembali menembus area 1.15–1.18. Namun, jika data ekonomi AS kembali kuat dan mendorong dolar naik, tekanan ke sisi bawah bisa membawa EUR/USD kembali ke area 1.12–1.14. Dengan dinamika seperti ini, tetap perhatikan rilis data inflasi, keputusan suku bunga, dan sentimen global sebelum mengambil posisi jangka menengah.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago | [YT] | 2

Forex Club Indonesia

🎉 SELAMAT KEPADA SELURUH TRADER PESERTA PROMO KEMERDEKAAN 🇮🇩

Terima kasih atas partisipasi aktif kalian dalam Promo Kemerdekaan Indonesia 2025 bersama XM dan Forex Club Indonesia.

Kami ucapkan selamat kepada seluruh trader yang telah memenuhi semua syarat promo — hadiah tunai hingga 💵 $100 telah berhasil dikirim ke akun XM masing-masing. 🚀

🔥 Antusiasme dan semangat trading kalian luar biasa!

Semoga hadiah ini bisa menjadi tambahan semangat untuk terus berkembang dan merdeka secara finansial 💪

Jangan khawatir bagi yang belum sempat ikut — masih banyak promo menarik lainnya yang sudah kami siapkan untuk periode selanjutnya.

Nantikan informasi promo terbaru hanya di Channel YouTube Forex Club Indonesia 🇮🇩

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

Sampai jumpa di promo berikutnya! 🎁

8 months ago | [YT] | 0

Forex Club Indonesia

Beli atau Jual Emas Sekarang ?

Harga emas diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. Menurut riset terbaru dari Goldman Sachs, harga emas diproyeksikan naik sekitar 6% hingga kuartal kedua tahun 2026, dengan target harga mencapai US$ 4.000 per troy ounce. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah munculnya gelombang permintaan dari pembeli baru. Ada dua tipe pembeli yang menjadi fokus, yaitu “conviction buyers” dan “opportunistic buyers”. Conviction buyers biasanya adalah pihak yang rutin membeli emas seperti bank sentral, investor institusi, atau spekulan jangka panjang. Sementara opportunistic buyers lebih banyak berasal dari masyarakat di negara berkembang yang akan membeli emas ketika harga dinilai menarik atau sedang turun.

Bank sentral juga berperan besar dalam tren ini. Banyak negara berkembang terus memperbesar cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset, terutama setelah berbagai ketegangan geopolitik dan sanksi terhadap beberapa negara. Sejak tahun 2022, pembelian emas oleh bank sentral meningkat tajam, bahkan mencapai lima kali lipat dibanding periode sebelumnya. Meskipun pada bulan Juli sempat terjadi perlambatan pembelian, hal ini dianggap hanya sebagai pola musiman, bukan tanda pelemahan tren jangka panjang.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Posisi spekulatif di pasar emas saat ini cukup tinggi, yang berarti optimisme pelaku pasar sangat besar. Kondisi seperti ini bisa memicu koreksi harga jangka pendek jika ada kejadian tak terduga. Selain itu, faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang lebih ketat atau menurunnya minat beli dari sektor industri juga bisa menjadi hambatan kenaikan harga emas.

Secara keseluruhan, prospek emas ke depan masih terlihat kuat. Kombinasi antara meningkatnya permintaan dari berbagai pihak, peran aktif bank sentral, serta kondisi ekonomi global yang tidak stabil membuat emas semakin diminati sebagai aset pelindung nilai. Jika semua faktor pendukung ini terus berjalan, tidak menutup kemungkinan harga emas bisa naik lebih tinggi dari proyeksi awal Goldman Sachs.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago | [YT] | 0

Forex Club Indonesia

Arah Pergerakan Mata Uang AUD — Menguat / Melemah ?

Pertumbuhan Ekonomi dan Pasar
Perekonomian Australia menunjukkan perkembangan yang cukup positif pada kuartal terakhir. Pertumbuhan GDP (quarterly) naik ke 0,6%, meningkat dari 0,3% sebelumnya. Sementara pertumbuhan GDP tahunan tercatat 1,8%, naik dari 1,4%. Ini menandakan aktivitas ekonomi mulai pulih lebih kuat di tengah kondisi global yang tidak menentu. Pasar saham juga menunjukkan tren naik, dengan indeks mencapai 8.858 poin pada Oktober 2025, naik dari 8.849 poin sebelumnya.

Inflasi tahunan sedikit melambat ke 2,1% pada Agustus 2025 dari 2,4% sebelumnya, sedangkan inflasi bulanan turun ke 0,7% dari 0,9%. Bank sentral tetap mempertahankan suku bunga di level 3,6%. Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2% dari 4,0%. Kenaikan pengangguran ini menunjukkan bahwa meski ekonomi tumbuh, pasar kerja masih menghadapi tantangan pemulihan penuh.

Kinerja perdagangan Australia cukup kuat. Surplus neraca perdagangan meningkat signifikan menjadi 7.310 juta AUD pada Juli 2025 dari 5.366 juta AUD sebelumnya. Namun, current account tetap defisit sebesar -13.654 juta AUD, meski sedikit membaik dibanding -14.092 juta AUD pada kuartal sebelumnya. Defisit ini setara dengan -2% terhadap PDB, menunjukkan masih ada tekanan dari arus keluar dana luar negeri. Dari sisi fiskal, utang pemerintah terhadap PDB tercatat 43,8%, naik dari 42,8%, dan anggaran pemerintah masih surplus tipis 0,6% dari PDB.

Sentimen ekonomi domestik menunjukkan pelemahan. Business confidence turun tajam ke 4 poin pada Agustus 2025 dari 8 poin sebelumnya. Manufacturing PMI juga turun ke 51,4 dari 53, dan Services PMI melemah ke 52 dari 55,8. Sementara itu, Consumer confidence anjlok ke 95,4 dari 98,5, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan prospek ke depan.

Di sektor konstruksi, izin bangunan (building permits) menurun ke 14.744 unit pada Agustus 2025 dari 15.684 unit, menandakan pendinginan sektor properti. Struktur pajak masih stabil, dengan pajak perusahaan tetap di 30% dan pajak penghasilan personal di 45%. Secara keseluruhan, ekonomi Australia berada dalam posisi tumbuh stabil, tetapi tekanan dari defisit eksternal, pasar tenaga kerja, dan penurunan kepercayaan ekonomi perlu dicermati untuk kuartal berikutnya.

Perkembangan data ekonomi terbaru Australia ini dapat memberikan pengaruh campuran terhadap mata uang AUD. Pertumbuhan ekonomi yang menguat dan surplus neraca perdagangan yang besar cenderung mendukung penguatan AUD karena menunjukkan fundamental ekonomi yang cukup sehat. Namun, tekanan datang dari sisi defisit current account, kenaikan pengangguran, dan penurunan kepercayaan bisnis serta konsumen yang bisa membuat investor lebih berhati-hati. Selain itu, keputusan bank sentral yang menahan suku bunga di 3,6% membuat AUD tidak mendapat dorongan tambahan dari kebijakan moneter. Secara keseluruhan, kondisi ini bisa membuat AUD bergerak cenderung sideways atau fluktuatif, dengan potensi penguatan terbatas jika data ke depan tidak menunjukkan perbaikan yang lebih solid.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago | [YT] | 1

Forex Club Indonesia

USA Shutdown, Apa Penyebab dan Dampaknya?

Pada tanggal 1 Oktober 2025, pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami shutdown. Ini artinya, sebagian kegiatan pemerintah mereka berhenti sementara. Penyebabnya cukup sederhana: para anggota parlemen di Kongres belum sepakat soal anggaran negara untuk tahun berikutnya. Karena batas waktu pembahasan anggaran berakhir di 30 September, maka mulai 1 Oktober banyak aktivitas pemerintahan yang otomatis terhenti.

Pertengkaran politik antara Partai Republik dan Demokrat menjadi alasan utama kenapa anggaran ini belum disetujui. Keduanya punya keinginan berbeda soal dana dan kebijakan yang harus dimasukkan. Karena tidak ada kesepakatan, maka dana negara tidak bisa disahkan tepat waktu. Inilah yang akhirnya memicu shutdown.

Akibat shutdown ini, banyak kantor pemerintahan non-penting tutup sementara. Para pegawai negeri yang bekerja di bagian tersebut terpaksa dirumahkan tanpa gaji sampai anggaran baru disetujui. Sementara itu, layanan penting seperti keamanan, militer, dan bandara tetap berjalan, tapi sering kali dengan pembayaran gaji yang tertunda.

Shutdown pemerintah AS ini bukan hal baru. Ini sudah beberapa kali terjadi dalam sejarah Amerika. Namun, dampaknya tetap besar, terutama bagi ekonomi dan pelayanan publik. Jika shutdown berlangsung lama, bisa memengaruhi kepercayaan pasar, aktivitas bisnis, dan memperlambat ekonomi secara keseluruhan.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, kebijakan dan kondisi Amerika sering memengaruhi negara lain, termasuk pasar keuangan global. Jadi, shutdown ini bukan hanya urusan dalam negeri mereka, tapi juga bisa berdampak ke nilai mata uang, harga emas, dan pergerakan pasar internasional.

Shutdown pemerintah AS ini bisa mempengaruhi nilai mata uang USD. Biasanya, saat terjadi shutdown, pasar keuangan menjadi ragu terhadap stabilitas ekonomi AS. Jika shutdown berlangsung lama, investor bisa kehilangan kepercayaan dan mulai menjual dolar, sehingga USD bisa melemah. Namun, dalam beberapa kasus jangka pendek, USD justru bisa menguat karena dianggap sebagai “safe haven” saat pasar global tidak pasti. Jadi, arah pergerakan USD sangat tergantung pada seberapa lama dan seberapa parah dampak shutdown tersebut terhadap ekonomi dan kebijakan pemerintah AS.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago (edited) | [YT] | 0

Forex Club Indonesia

Analisa Fundamental CAD Terbaru — Awal Oktober 2025

Perekonomian Kanada menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang cukup jelas. Pertumbuhan ekonomi kuartalan (GDP Growth Rate) mengalami kontraksi -0,4%, turun tajam dari +0,5% pada periode sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi juga melambat signifikan dari 2,3% menjadi hanya 1,2%, bahkan pertumbuhan tahunan tersetahunnya tercatat -1,6%. Ini menunjukkan ekonomi Kanada sedang mengalami tekanan, terutama dari sektor konsumsi dan ekspor.

Inflasi Terkendali, Suku Bunga Diturunkan :
Inflasi Kanada berada di level 1,9%, sedikit naik dari 1,7%, namun masih dalam kisaran yang relatif stabil. Menariknya, inflasi bulanan justru mencatat angka -0,1%, menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Bank of Canada merespons kondisi ekonomi yang melemah dengan memangkas suku bunga dari 2,75% ke 2,5%. Pemangkasan ini bertujuan untuk mendorong konsumsi dan investasi agar pertumbuhan ekonomi tidak semakin melambat.

Neraca Eksternal Melemah Drastis :
Dari sisi eksternal, data Kanada terlihat cukup mengkhawatirkan. Neraca perdagangan mencatat defisit sebesar -4,936 juta CAD, memang membaik dibanding bulan sebelumnya (-5,981 juta), tapi masih dalam kondisi negatif. Lebih parah lagi, current account mengalami defisit besar, melebar drastis dari -1,317 juta CAD ke -21,162 juta CAD. Defisit eksternal yang besar ini berpotensi memberi tekanan tambahan terhadap nilai tukar CAD ke depan.

Sektor Bisnis dan Konsumen Ikut Tertekan :
Indikator kepercayaan bisnis turun signifikan dari 55,8 ke 50,1, mendekati ambang batas netral. Sementara Manufacturing PMI naik tipis dari 46,1 ke 48,3, tetapi masih menunjukkan kontraksi karena berada di bawah level 50. Consumer Confidence juga menurun sedikit dari 48,1 ke 47,7, mencerminkan sentimen masyarakat yang mulai berhati-hati dalam belanja dan investasi. Meskipun penjualan ritel bulanan sempat tumbuh 1%, ini lebih karena efek rebound dari penurunan sebelumnya.

Dampak terhadap Dolar Kanada (CAD)
Secara keseluruhan, kombinasi kontraksi ekonomi, defisit eksternal besar, serta pemangkasan suku bunga berpotensi membuat CAD cenderung melemah terhadap mata uang utama lainnya. Meski inflasi stabil, fokus pasar saat ini lebih ke arah prospek pertumbuhan yang melambat dan kebijakan moneter yang lebih longgar. Jika tren ini berlanjut, CAD kemungkinan menghadapi tekanan lanjutan, terutama terhadap USD.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago | [YT] | 0

Forex Club Indonesia

Kondisi Ekonomi Inggris Terbaru — Akhir September 2025

Perekonomian Inggris menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada kuartal terbaru. Pertumbuhan ekonomi kuartalan (GDP Growth Rate) hanya mencapai 0,3%, turun dari 0,7% pada periode sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi juga melambat dari 1,3% menjadi 1,2%. Data ini menandakan aktivitas ekonomi mulai kehilangan momentum, salah satunya akibat tekanan biaya hidup dan tingginya suku bunga.

nflasi & Suku Bunga Tetap Tinggi :
Inflasi tahunan Inggris bertahan di level 3,8%, jauh di atas target Bank of England yang berada di sekitar 2%. Inflasi bulanan bahkan naik ke 0,3% dari sebelumnya 0,1%, menandakan tekanan harga belum mereda sepenuhnya. Sementara itu, suku bunga acuan tetap tinggi di 4%, menunjukkan bank sentral masih berhati-hati menurunkan bunga agar inflasi benar-benar terkendali.

Neraca Perdagangan & Current Account Memburuk :
Dari sisi eksternal, kondisi Inggris juga tidak terlalu menggembirakan. Neraca perdagangan defisit melebar dari -5,015 miliar GBP menjadi -5,260 miliar GBP. Defisit current account juga tetap sangat besar, meski sedikit membaik: dari -21,028 miliar GBP menjadi -23,456 miliar GBP. Angka-angka ini menunjukkan Inggris masih sangat bergantung pada impor dan arus modal luar negeri, yang bisa memberi tekanan terhadap nilai tukar GBP.

Aktivitas Bisnis & Konsumen Melemah :
Indikator kepercayaan bisnis menunjukkan perbaikan kecil, naik dari -33 ke -27, tetapi masih dalam wilayah negatif. Sektor manufaktur menunjukkan kontraksi lebih dalam dengan PMI turun ke 46,2, di bawah ambang ekspansi 50. Sektor jasa juga melambat, dengan PMI turun dari 54,2 ke 51,9. Sementara itu, penjualan ritel MoM turun 1%, menunjukkan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Dampak terhadap Pound Sterling (GBP) :
Kombinasi dari perlambatan ekonomi, defisit eksternal yang besar, dan sektor manufaktur yang tertekan dapat memberikan tekanan melemahkan GBP dalam jangka pendek. Meskipun suku bunga masih tinggi, pasar tampaknya lebih fokus pada prospek pertumbuhan yang melemah dan neraca perdagangan yang defisit. Jika tren ini berlanjut, GBP bisa mengalami tekanan terhadap mata uang utama lainnya seperti USD dan EUR.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago | [YT] | 0

Forex Club Indonesia

Update Ekonomi Jepang Terbaru — September 2025 🇯🇵

Ekonomi Jepang menunjukkan perkembangan yang cukup menarik pada data terbaru. Pertumbuhan ekonomi kuartalan naik ke 0,5%, jauh lebih baik dari sebelumnya yang hanya 0,1%. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi mencapai 1,8%, menandakan pemulihan yang perlahan namun stabil setelah tekanan ekonomi global beberapa bulan terakhir.

Dari sisi inflasi, Jepang mencatat penurunan laju inflasi tahunan dari 3,1% menjadi 2,7%. Ini menunjukkan tekanan harga mulai mereda, sejalan dengan kebijakan moneter yang tetap hati-hati. Suku bunga Bank of Japan masih bertahan di 0,5%, mencerminkan pendekatan yang stabil untuk menjaga pemulihan ekonomi tanpa memperberat beban pinjaman.

Sektor perdagangan menunjukkan tanda pelemahan. Neraca perdagangan kembali mencatat defisit sebesar -243 miliar JPY, memburuk dari -118 miliar sebelumnya. Namun, current account mengalami lonjakan signifikan dari 1.348 miliar ke 2.684 miliar JPY, menunjukkan arus masuk modal dan pendapatan dari luar negeri yang kuat — faktor penting yang bisa menopang nilai Yen.

Dari sisi sentimen, kepercayaan bisnis naik ke 13 poin dan kepercayaan konsumen juga menguat ke 34,9 poin. Namun, indikator manufaktur PMI turun ke 48,4, menandakan sektor industri masih mengalami kontraksi. Sebaliknya, sektor jasa tetap ekspansif dengan PMI di 53, menjadi penopang utama aktivitas ekonomi domestik.

Secara keseluruhan, data ini memberikan sinyal campuran. Surplus current account dan pertumbuhan ekonomi yang membaik dapat mendukung penguatan Yen. Namun, defisit perdagangan dan perlambatan sektor manufaktur menjadi faktor pelemah. Dengan inflasi yang turun dana suku bunga tetap rendah, tekanan untuk kenaikan Yen tidak terlalu besar dalam jangka pendek. Jadi, JPY cenderung stabil dengan potensi menguat terbatas jika arus modal masuk tetap kuat.

Terima kasih,
Forex Club Indonesia

8 months ago | [YT] | 0