MotoGP News Room Indonesia

Berita terbaru MotoGP, Moto2, Moto3, JuniorGP, Red Bull Rookies Cup, serta perkembangan pembalap Indonesia seperti Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa. Update harian, analisis balapan, profil pembalap, dan fakta menarik dunia balap motor.


MotoGP News Room Indonesia

Marc Marquez Menang di Sprint Aragon: Kami Sekarang Punya Solusi di Ducati

Marc Marquez menang di Sprint Aragon dan semakin kokoh menjadi pemimpin Kejuaraan Dunia MotoGP.. Di sirkuit dengan banyak tikungan ke kiri ini dia juga memastikan kemenangannya di depan saudaranya Alex. Dia berbicara tentang kontaknya dengan Pedro Acosta di awal balapan dan manuver melawan adiknya Alex.

MotorLand Aragon tampaknya akan kembali menjadi ‘arena bermain’ bagi pebalap pabrikan Ducati Marc Marquez pada tahun 2025. Kemenangan di sprint race ini merupakan kemenangan ketujuh bagi juara dunia delapan kali itu untuk musim ini, yang berhasil menyalip adiknya Alex di tengah balapan dan kemudian mampu mengendalikan jarak dengan aman.

Marc Marquez berujar, “Pada sesi kualifikasi saya sebenarnya mengambil terlalu banyak risiko dan memaksakan diri sehingga saya menjadi lebih lambat. Saya terlalu ambisi.. dan melebihi dari kekampuan motor dan ban, lalu saya mulai mengalami selip di mana-mana. Sejujurnya itu bukan lap terbaik, tetapi cukup untuk meraih pole. Namun dalam balap sprint, feeling saya dengan motor baik dan selalu mampu mengendalikannya.”

Mengenai manuver menyalip terhadap saudaranya Alex Marquez, Marc berkata, bahwa tidak mudah untuk menyalip Alex dan penuh risiko..

“Ban depan terkunci beberapa kali selama manuver menyalip.. tetapi itu satu-satunya cara untuk menyalip pembalap cepat seperti Alex. Bagi saya masalahnya dimulai sejak awal dengan ban belakang mengalami spin. Tetapi saya tetap tenang dan mampu meraih kemenangan.”

Marc Marquez menceritakan tentang kontak di awal sebelum Tikungan 1 dengan rekan senegaranya Pedro Acosta dari tim Red Bull-KTM..

“Saya sedikit tertinggal saat start dan kemudian ingin mengerem sangat keras .. juga karena motor saya tidak berada di posisi yang saya inginkan. Insiden balapan seperti ini (senggolan dengan Acosta) selalu terjadi dalam situasi pertarungan yang sama, ketika seorang pembalap melakukan start yang buruk dan kemudian pembalap lain melaju lebih cepat, terutama di Aragon. Ini juga terjadi di Austin dan banyak kasus lainnya. Namun saya pikir kami sekarang kami punya solusi di Ducati untuk maslaah seperti ini, atau setidaknya saya harap begitu.”

@sorotan
@pengikut
#pedroacosta
#marcmarques
#motogp
#uda
#fbpro
#vr46
#marcmarques93
#ducatilenovo
#bagnaya
#jorgemartin
#alexrim
#joanmir
#aleixespargaro
#mavericvinales
#vale
#bradbinder
#nakagami
#quartararo
#fabio
#johanzarco
#lucamarini
#morbideli
#bastianini
#raulfernandez
#bradbinder
#jackmiller
#marcobezzeki
#alexmarques
#miguelolivera
#ducati
#gresini
#motogp.com
#speedweek.com
#spotv
#bolasport.com
#okezone.com
#detiksport.com
#motorplus
#iwanbanaran.com
#jpnn.com
#skysport.com
#dan sumber terpercaya lainnya.

1 year ago | [YT] | 1

MotoGP News Room Indonesia

Pecco Bagnaia : Saya Mengalami Understeer yang Parah

Selisih waktu antara Pecco Bagnaia yang menempati posisi ke-4 dalam Q2 dengan peraih pole position Marc Marquez adalah 0,6 detik. Meskipun selisih waktu antara kedua pembalap Ducati Lenovo tersebut menyempit dari 1,5 detik di sesi FP1 pada hari Jumat, namun sejak awal terlihat jelas bahwa rider asal Italia itu akan sangat kesulitan untuk memperebutkan podium di MotoGP Aragon.

Dan hal tersebut terbukti pada sprint race 11 lap hari Sabtu. Start dari posisi ke-4, posisi Pecco Bagnaia sebenarnya sangat menguntungkan karena memiliki racing line yang lebih ‘bersih’ ketimbang posisi ke-3. Namun tak lama setelah start, juara dunia 3 kali itu justru kehilangan banyak posisi dan hanya menempati posisi ke-8.

Francesco Bagnaia mengatakan, “Saya tahu hari Sabtu akan sulit. Saya sudah mengalami masalah di sesi FP2 pagi ini. Saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan, tetapi saya sama sekali tidak merasa nyaman. Saya juga harus mengambil banyak risiko di kualifikasi.”

Rider berusia 28 tahun kehilangan posisi lagi karena kesalahan membalap. “Saya mengalami understeer yang parah. Hal ini memaksa saya melebar dan kehilangan lebih banyak posisi, meskipun saya telah mengerem di tempat yang sama. Kemudian saya terjebak di lini tengah,” ungkapnya kecewa.

Pada akhirnya, murid Valentino Rossi itu hanya finis di posisi ke-12 tanpa poin tertinggal 14 detik dari pemenang Marc Marquez. Pecco akan kembali berusaha mencari tahu apa yang salah dalam balapan kali ini. “Kami sudah mencoba banyak hal. Tetapi pada hari Minggu, kami harus mencoba sesuatu yang baru pada motor saya lagi. Saya tidak tahu apa yang salah,” ujar suami Domizia itu.

Menurut Pecco, Desmosedici GP25 yang digunakan Marc Marquez menyerupai versi GP24 tahun lalu yang dikendarai oleh Alex Marquez, Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli. “Saya tidak tahu motor apa yang digunakan Marc. Saya hanya fokus pada motor saya sendiri dan saya sudah mencoba segalanya. Motornya sangat mirip dengan tahun lalu, tetapi terasa aneh karena perubahan besar pun tidak berpengaruh. Namun saya tidak bisa begitu saja menukar motornya,” jelas Pecco.

Tampaknya hingga detik ini, Pecco dan krunya belum menemukan solusi untuk menyelesaikan masalahnya. “Saya menghadapi tantangan terbesar dalam karier saya karena saya tahu apa yang saya mampu. Namun saya tidak bisa melakukannya! Itu membuatnya lebih rumit daripada tantangan sebelumnya yang harus saya atasi,” ujar rider yang tinggal di Pesaro itu dengan nada putus asa.

Tapi Pecco menegaskan bahwa timnya selalu mendukungnya. “Kami semua berada di perahu yang sama dan kami bekerja ke arah yang sama, saya di atas motor dan tim di garasi. Tim mendukung saya, karena tanpa dukungan bersama kami tidak dapat melakukannya,” pungkas Pecco Bagnaia.

Posisi Pecco di klasemen tidak aman. Dia bisa saja kehilangan peringkat 3 dari Franco Morbidelli yang kini hanya terpaut 20 poin darinya.

@sorotan
@pengikut
#pedroacosta
#marcmarques
#motogp
#uda
#fbpro
#vr46
#marcmarques93
#ducatilenovo
#bagnaya
#jorgemartin
#alexrim
#joanmir
#aleixespargaro
#mavericvinales
#vale
#bradbinder
#nakagami
#quartararo
#fabio
#johanzarco
#lucamarini
#morbideli
#bastianini
#raulfernandez
#bradbinder
#jackmiller
#marcobezzeki
#alexmarques
#miguelolivera
#ducati
#gresini
#motogp.com
#speedweek.com
#spotv
#bolasport.com
#okezone.com
#detiksport.com
#motorplus
#iwanbanaran.com
#jpnn.com
#skysport.com
#dan sumber terpercaya lainnya.

1 year ago | [YT] | 0

MotoGP News Room Indonesia

Franco Morbidelli : Marc Berada di Level yang Berbeda… Alex Selevel dengan Saya

Franco Morbidelli kalah dalam battle melawan Fermin Aldeguer untuk memperebutkan posisi ke-3 dalam sprint 11 lap di MotoGP Aragon. Rider VR46 Ducati itu finis ke-4 tertinggal 5,9 detik dari pemenang Marc Marquez. “Sprint yang rumit. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi. Saya tidak memiliki potensi seperti yang dimiliki Marquez bersaudara di awal balapan,” ujar Franky.

Seperti kebanyakan pembalap, Franky juga menggunakan ban belakang soft. “Saya tidak bisa menggunakan ban soft baru untuk menjauh dari para pembalap yang menggunakan ban medium karena ban medium lebih berpotensi di akhir balapan (setelah 6 atau 7 lap). Itu berisiko. Kami perlu memahami, mengapa saya tidak bisa memanfaatkan ban baru sepenuhnya,” jelas rider blasteran Italia-Brasil itu.

Franco Morbidelli hanya menempati posisi ke-10 dalam time sheet gabungan hari Jumat. Dan dalam pertarungan memperebutkan posisi start di Q2, rider berusia 30 tahun itu berhasil menempati posisi ke-3. “Kami bekerja keras. Pagi ini kami dalam performa terbaik. Dan sekarang di sore ini, finis di posisi ke-4 benar-benar bagus. Peningkatan besar dibandingkan kemarin,” ujar murid Valentino Rossi itu.

Morbidelli start di sisi trek yang kotor tetapi tetap mengawali balapan 11 lap dengan baik. Bahkan dia sempat menyalip pole sitter Marc Marquez yang startnya buruk. “Saya hanya beruntung. Beruntung tidak terjadi apa-apa. Dorna melakukan pekerjaan yang baik dalam membersihkan trek. Jauh lebih bersih daripada tahun lalu. Tetapi masih sulit untuk melakukan start normal di trek ini,” ungkapnya.

Apa target Franky untuk balapan hari Minggu? “Marc berada di level yang berbeda. Alex berada di level yang sama dengan saya, tetapi pada awal balapan hari ini dia sangat jauh di depan. Sulit untuk mengatakan apa yang dapat kami capai besok,” pungkas Morbido.

Saat ini Franky hanya terpaut 20 poin dari Pecco Bagnaia (peringkat 3) yang sedang kesulitan dengan motornya. Jika dia bisa konsisten meraih hasil-hasil yang mengesankan, bukan tidak mungkin Franky menggeser rekannya di VR46 Academy itu di klasemen.

@sorotan
@pengikut
#pedroacosta
#marcmarques
#motogp
#uda
#fbpro
#vr46
#marcmarques93
#ducatilenovo
#bagnaya
#jorgemartin
#alexrim
#joanmir
#aleixespargaro
#mavericvinales
#vale
#bradbinder
#nakagami
#quartararo
#fabio
#johanzarco
#lucamarini
#morbideli
#bastianini
#raulfernandez
#bradbinder
#jackmiller
#marcobezzeki
#alexmarques
#miguelolivera
#ducati
#gresini
#motogp.com
#speedweek.com
#spotv
#bolasport.com
#okezone.com
#detiksport.com
#motorplus
#iwanbanaran.com
#jpnn.com
#skysport.com
#dan sumber terpercaya lainnya.

1 year ago | [YT] | 1

MotoGP News Room Indonesia

Daftar Klasemen Sementara MotoGP 2024

No Nama Poin
1 Jorge Martin 92
2 Francesco Bagnaia 75
3 Enea Bastianini 70
4 Pedro Acosta 69
5 Maverick Vinales 63
6 Marc Marquez 60
7 Brad Binder 59
8 Aleix Espargaro 39
9 Marco Bezzecchi 36
10 Fabio Di Giannantonio 34
11 Alex Marquez 27
12 Fabio Quartararo 25
13 Miguel Oliveira 23
14 Jack Miller 22
15 Joan Mir 12
16 Raul Fernandez 12
17 Augusto Fernandez 10
18 Franco Morbidelli 6
19 Alex Rins 6
20 Johann Zarco 5
21 Takaaki Nakagami 4
22 Luca Marini 0
23 Michele Pirro 0
24 Luca Marini 0

2 years ago | [YT] | 3