Fakta unik (unique facts)

Fakta fakta unik 🧐


Fakta unik (unique facts)

Tahun 1998, rupiah nyaris tembus 17.000 per dolar. Almarhum Presiden B.J. Habibie berhasil menurunkannya ke 6.550 dalam waktu singkat. Sekarang, 2026 rupiah kembali bergejolak. Bisakah resep yang sama dipakai?
Jawabannya: tidak sepenuhnya, tapi pelajarannya tetap relevan.
Almarhum Presiden B.J. Habibie melakukan shock therapy: menerbitkan SBI berbunga hingga 60% untuk menarik rupiah kembali ke bank, sekaligus memerdekakan Bank Indonesia dan merger empat bank jadi Mandiri. Itu operasi darurat di tengah pasien ekonomi yang sekarat.
Sekarang, pasiennya tidak sekarat. BI justru menaikkan suku bunga secara bertahap dan menggunakan instrumen modern seperti SRBI untuk menjaga selisih imbal hasil. Merger bank darurat juga tak lagi relevan karena sistem perbankan kita jauh lebih sehat.
Langkah kontroversial Almarhum Presiden B.J. Habibie adalah menahan harga BBM dan listrik demi melindungi daya beli. Tapi itu bantalan sosial sementara.
Di 2026, subsidi energi justru jadi dilema. Besarnya subsidi menggerogoti APBN, memicu kekhawatiran risiko fiskal, dan bisa melemahkan kepercayaan pasar terhadap rupiah. Alih-alih subsidi komoditas, bantuan langsung tunai yang tepat sasaran kini jadi pilihan lebih sehat.
Jadi, resep Almarhum Presiden B.J. Habibie tak bisa ditiru mentah-mentah. Yang abadi adalah prinsipnya: bangun kredibilitas, bertindak cepat dan terukur, serta jaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Krisis boleh berbeda, tapi kepercayaan selalu jadi kunci.

Alfatihah untuk Almarhum Presiden B.J. Habibie.
Dan semoga Indonesia bisa lepas dari Krisis global ini.

2 months ago | [YT] | 0