Muin Heavy Lab is a global Shorts channel featuring trucks, tractors, heavy equipment, and realistic RC machines from around the world.

This channel focuses on powerful machines at work, satisfying moments, and visually engaging industrial scenes — designed for viewers who enjoy engineering, construction, and machine power.

Some content on this channel is created using YouTube’s official Remix / Green Screen features, combined with original edits, timing, and visual presentation to deliver unique Shorts experiences.

New Shorts uploaded regularly.

Muin Heavy Lab
"Powerful Machines, Satisfying Work"

#truck #excavator #heavyequipment #rc



Muin Heavy Lab

Di Multazam

Salah satu tempat terbaik untuk berdo'a di Tana Suci Mekah adalah Multazam. Antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah.

1 year ago | [YT] | 0

Muin Heavy Lab

Jembatan Siak IV
Nama sebenarnya adalah Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Tapi lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Siak IV. Dibangun sejak tahun 2009. Tahun 2014, dihentikan pembangunannya. Dilanjutkan kembali tahun 2017 dan diresmikan tahun 2019.
Panjang jembatan kurang lebih 800 m. Jembatan ini menghubungkan Pusat Kota Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, dengan kecamatan rumbai pesisir.

2 years ago | [YT] | 0

Muin Heavy Lab

Buya Syakur Meninggal

Awalnya saya suka dengan ceramah-ceramahnya yang disiarkan lewat Youtube. Terutama ketika dia menjelaskan tentang Ilmu Tasawuf. Menarik. Tapi makin ke sini, makin ke sana, makin aneh aja ini orang.

Dalam salah satu ceramahnya, dia mempertanyakan atau lebih tepatnya meragukan mu'jizat Nabi Muhammad melakukan Isra' mi'raj. "Bagaimana bisa disebut mu'jizat, "lah wong" gak ada yang melihat kok." Kata dia. "Kapan Isra' mi'raj dilakukan? Malam hari. Kan gak ada yang melihat. Kalau mu'jizat nabi Musa membelah lautan, itu benar. Karena disaksikan banyak orang." Lanjutnya lagi.

"Ketika Nabi Isa menghidupkan orang mati, itu juga disaksikan banyak orang. Sedangkan Isra' mi'raj ini, kan tak ada yang melihat." Katanya. Jadi, Intinya dia mempertanyakan perjalanan Nabi Muhammad benar apa tidak.
Kemudian dalam ceramah yang lain, dia mempertanyakan keadilan Allah. Ada orang yang hidup di dunia, dia baiiiik banget, rajin sedekah, suka menolong orang lain. Setelah mati, tiba-tiba dia masuk neraka, hanya karena dia bukan Islam. Di mana keadilan tuhan kalau begitu. Kata dia.

Sebenarnya pertanyaan seperti ini pernah ditanyakan seorang pengunjung pada Kristolog India Zakir Naik. Ketika Beliau ceramah di Kuala Lumpur Malaysia. Apa jawab beliau? Kurang lebih begini: Hampir semua aplikasi yang dibuat manusia di dunia ini, ketika kita mau masuk, ada passwordnya. Entah itu facebook, Instagram, Google dll.

Begitu juga Allah ketika menciptakan Syurga, ada passwordnya. Apa password dari syurga? Kalimat Laa ilaa ha illallah, Muhammadur rasul lullah. Selama orang itu tidak bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. dan tidak pernah bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah, sebaik apa pun dia, ya gak bisa masuk. Atau lebih gampangnya, selama orang itu tidak pernah bersahadat, ya... gak bisa masuk syurga. Karena itulah passwordnya.

Dan pada tanggal 17 Januari 2024, Buya Syakur dikabarkan meninggal dunia. Semoga semua amalnya diterima oleh Allah Swt. Biarlah Allah yang menjadi hakim yang adil baginya. Kita sebagai manusia tidak berhak mengadilinya.

Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun.... Semuanya datang dari Allah dan akan kembali pada Allah.

2 years ago | [YT] | 0

Muin Heavy Lab

Survei Capres

Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) baru saja merilis hasil survei elektabilitas masing-masing pasangan calon yang akan tampil di pilpres 2024. Survei ini dilakukan untuk periode 1-7 Januari 2024. Dan hasilnya, capres nomer urut 1, pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, memperoleh 34%. Sedangkan capres nomer urut 2, pasangan Prabowo Subianto -Gibran Rakabuming Raka, memperoleh 42%. Dan capres nomer urut 3, pasangan ganjar Pranowo - Mahfud MD, memperoleh 21%.

Dari hasil survei ini, terlihat capres nomer urut 1, mengalami tren kenaikan. Sedangkan capres nomer urut 3, mengalami penurunan tajam dibanding saat awal dideklarasikan. Kita tahu, saat awal dideklarasikan elektabilitas Ganjar di posisi nomer 1 dengan meraih 38%. Sedangkan Anies, selalu diposisi buncit. Makanya dalam acara dialog di televisi, Adrian Napitupulu dengan sombongnya mengatakan, "berdasarkan survei, Anies ini selalu konsisten. Konsisten nomer 3."

Politikus PDIP ini lupa. Tingginya eletabilitas Ganjar itu karena dibelakangnya masih ada Jokowi. Setelah Jokowi dan PDIP pecah kongsi, terlihat elektabilitas Ganjar yang sebenarnya. Setidaknya, ada 3 golongan pendukung yang menopang ke tiga capres ini: pendukung Anies adalah pendukung Prabowo di 2019. Sedangkan pendukung Prabowo adalah pendukung Jokowi di 2019. Dan terakhir, pendukung Ganjar adalah pendukung PDIP di tahun 2019. Makanya suaranya gak jauh dari 20%. Itulah pendukung asli Ganjar.

Jadi, seandainya pilpres ini dilaksanakan dengan dua putaran, kemungkinan besar yang akan lolos ke putaran ke dua adalah pasangan Anies - Muhaimin dengan pasangan Prabowo - Gibran. Tapi walau bagaimanapun, survei ini jangan terlalu dipercaya. Ada kalanya hasil survei meleset juga. Tidak sesuai dengan kenyataan. Bahkan lembaga survei yang konon paling terpercaya semacam Litbang Kompas pun salah dalam melakukan survei untuk pilkada Jakarta 2017.

Menurut survei Litbang Kompas, elektabiilitas pasangan Agus Harimurti Yudoyono - Sylviana Murni mencapai 37%. Dibayangi pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat dengan 33%. Dan pasangan Anies baswedan - Sandiaga Uno mendapat 19,5%. tapi apa yang terjadi? Ternyata pemenangnya adalah pasangan Anies baswedan - Sandiaga Uno. Bahkan, pasangan AHY - Sylvi tak lolos putaran dua. Jadi, tak perlu "baper" dalam melihat hasil survei. Abaikan saja.

2 years ago (edited) | [YT] | 1

Muin Heavy Lab

Ini Tentang Capres

Di sini saya mencoba untuk membandingkan ketiga capres dalam kemampuannya berbicara di depan umum. atau yang lebih dikenal dengan "public speaking."

1. Anies Baswedan
Dalam hal public speaking, Anies jagonya. Setiap kata yang diucapkannya, mengandung "rasa". Seolah-olah kata-katanya itu ada "nyawanya". Sehingga, kita yang mendengar akan terbawa dengan suasana. Kalau dia bercerita sedih, kita yang mendengar ikut menangis. Paling tidak meneteskan air mata. tapi kalau dia cerita humor, kita pun ikut tertawa. itulah kelebihan dari Anies Baswedan. Kemampuan bicaranya sama seperti Rocky Gerung, Ustads Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat. Antara pikiran dan mulut, sinkron. Jadi, apa yang ada dalam pikirannya, itulah yang dia katakan. Karena punya daya baca yang bagus, sehingga apa yang diucapkannya selalu berisi. Jadi kalau masalah debat, jangan ditanya lagi.

2. Prabowo Subianto
Prabowo, termasuk orang yang kurang bagus dalam hal "public speaking." Dia tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, menjadi rangkaian kata-kata yang memikat. Terlihat kaku dan terbata-bata. Tapi, dia bisa mengungkapkan pikirannya dalam bentuk sebuah tulisan yang bagus, Makanya dia bisa menulis buku. Kalau mau lihat pikiran Prabowo, ya harus baca Buku Paradoks Indonesia. Di situlah segala pemikiran Prabowo tentang Indonesia dicurahkan. Kita tidak bisa melihat pemikiran Prabowo lewat pidato-pidatonya. Karena itu bukan bidangnya. Prabowo lebih suka mendengarkan orang lain bicara. Dan salah satu karekter Prabowo yang lain adalah "loman" atau suka memberi. "Nyah-nyoh". Karekter inilah yang sering dimanfaatkan orang lain. Dan karakter ini juga bisa disebut sebagai kelebihan. Bisa juga sebagai kekurangan. Ya... itulah dia.

3. Ganjar Pranowo
Dalam hal "public speaking", biasa-biasa saja. Seperti orang kebanyakan. Kalau dia bicara, rasanya hambar. Ibarat sayur, seperti sayur bening yang tak dikasih garam. Ibarat nasi, ya... nasi pera yang yang tak enak dimakan. Karena apa yang dia bicarakan , tak ada kenyataannya. Seperti di awang-awang. Tak sesuai antara yang dibicarakan dengan kenyataan di lapangan. Ya... begitulah adanya.

Saya membayangkan, seandainya mereka bertiga ini teman sebaya dan juga teman satu tongkrongan. Misalnya mereka kumpul di cafe, maka yang banyak bercerita itu Anies. Prabowo mendengarkan cerita anies dengan serius. Sedangkan Ganjar, mendengarkan sambil cengengesan. Dan yang membayar tagihannya, ya... Prabowo.
Tapi, kalau mereka nongkrongnya di pos ronda. Maka Prabowo yang mengeluarkan uang, Ganjar yang disuruh beli ini-itu. Dan Probowo asyik dengerin cerita Anies. wkwkwkwkwk....

Itulah karakter Prabowo. "Loman". Suka memberi. Tak perhitungan. Makanya, ketika disodori nama Jokowi dan Anies Baswedan untuk maju sebgai Gubernur Jakarta, dia sanggup membiayai sampai mereka jadi. Dari mana uangnya? Ya... dari hasil mengolah tanah HGU yang 340 ribu hektar itu. Jadi, sebaiknya, jangan keras-keras mengkritik Prabowo. Sedang-sedang saja.
Dah gitu aja.

2 years ago | [YT] | 1