Dzahirnya Silat Mencari Kawan, Batinnya Silat Mencari TUHAN
Musuh Pantang di cari, bertemu dipertimbangkan
Bacalah, lihatlah, amati, renungkan dengan hikmah
Banyak pembelajaran yang bisa di ambil dari setiap yang tampak, yang terjadi
"Alam Terkembang Menjadi Guru"
Cp: -Facebook : www.facebook.com/benibudaya
-Instagram: www.instagram.com/benibudaya_gmps/
Whatsapp: 0815 167 6789
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
"Jurnalisme Kita Sedang Kehilangan Arah"
“Kalau bertanya tujuannya untuk menjatuhkan, itu bukan jurnalistik.
Itu penghakiman, yang dibungkus seolah-olah mencari kebenaran.”
“Dan hari ini, kita sedang menyaksikan itu.”
Sekarang ini, ada yang berubah dalam dunia jurnalistik kita.
Dulu, wartawan itu bertanya untuk mencari kebenaran.
Sekarang… Banyak yang bertanya seolah-olah sudah tahu jawabannya.
Ini yang jadi masalah.
Bertanya bukan lagi untuk memahami, tapi untuk menekan.
Bukan lagi menggali, tapi menggiring.
Dan lebih parah lagi, seolah-olah ingin menghakimi.
Kita ambil contoh yang baru-baru ini ramai, saat Najwa Shihab mewawancarai Presiden Prabowo.
Banyak yang memuji karena dianggap berani.
Tapi pertanyaannya, berani untuk apa?
Kalau keberanian itu digunakan untuk menekan narasumber, itu bukan keberanian, itu tekanan.
Karena dalam jurnalistik, yang dicari itu kebenaran,
bukan kemenangan dalam wawancara.
Wartawan itu tugasnya membuka, bukan menjatuhkan.
Menjelaskan, bukan mempermalukan.
Kalau pertanyaan disusun untuk menjebak,
maka yang lahir bukan pemahaman, tapi sensasi.
Dan sensasi itu memang menarik, tapi tidak selalu benar.
Masalah berikutnya…
sekarang banyak yang ingin jadi pusat perhatian.
Yang tadinya wartawan itu penghubung informasi,
sekarang malah ingin jadi tokoh utama.
Akhirnya publik tidak lagi fokus pada isi pembicaraan,
tapi pada gaya bertanyanya.
Saya Beni Budaya.
3 months ago (edited) | [YT] | 19
View 4 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Empat Wajah Kebencian, dan Di Mana Kita Berdiri
“Video ini tidak lahir dari amarah.Video ini lahir dari satu komentar yang sangat jernih di video saya sebelumnya. Komentar itu membuat saya berhenti sejenak, berpikir dan merasa: mungkin inilah saatnya kita bicara dengan kepala dingin dan hati yang jujur… demi NKRI yang kita cintai bersama.”
Yang ketiga, ini yang paling sunyi tapi berbahaya: Mereka yang tidak peduli NKRI hidup atau mati. Selama dapur mereka mengepul, selama ada bayaran, suara mereka bisa dibeli. Hari ini teriak ini, besok teriak itu. Hoaks, fitnah, adu domba, semua sah, selama ada keuntungan pribadi.
Dan yang keempat, inilah yang paling membuat hati kita perih.
Mereka adalah nasionalis sejati.
Mereka cinta NKRI sepenuh hati.
Mereka tulus, jujur, dan ingin membela bangsa.
Namun mereka kurang mendapatkan informasi yang utuh.
Mereka jarang mengikuti diskusi mendalam, jarang menguji berita, dan terlalu percaya pada suara yang mereka hormati:
teman dekat, tokoh agama, guru, atasan, atau figur yang dianggap suci.
Mereka merasa sedang membela NKRI…
padahal tanpa sadar sedang membela hoaks.
Mereka yakin sedang berjuang…
padahal sedang diarahkan menjauh dari kebenaran
5 months ago | [YT] | 30
View 6 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Ada sebuah kisah lama
tentang seorang khalifah
bernama Umar bin Abdul Aziz.
Ia memimpin tak sampai tiga tahun.
Bukan dua periode.
Bukan tiga periode.
Bahkan tidak genap tiga tahun.
Namun namanya masih hidup
empat belas abad kemudian.
Mengapa?
Karena sejarah tidak menghitung
berapa lama seseorang berkuasa,
tetapi apa yang ia perbuat ketika diberi kuasa.
Umar bin Abdul Aziz dikenang
bukan karena pidato,
bukan karena narasi,
bukan karena simbol.
Ia dikenang
karena amanahnya selesai
sebelum ambisinya dimulai.
Hari ini,
kisah itu diceritakan kembali
oleh seorang tokoh
yang gemar berbicara tentang moral kepemimpinan.
Namun anehnya,
kisah luhur itu justru berbalik
menjadi cermin yang memantulkan kontradiksi.
Saat menjadi gubernur,
janji kampanye tentang rumah DP nol persen
tak pernah benar-benar hadir
sebagai solusi nyata bagi rakyat kecil.
Program yang digembar-gemborkan
lebih sering hidup di panggung wacana
daripada di tanah kenyataan.
Proyek demi proyek
lebih banyak menyisakan simbol
daripada manfaat.
Lalu yang mengherankan,
ketika misi tak tuntas,
ketika janji tak selesai,
alih-alih menunduk dan bercermin,
justru melangkah lebih tinggi:
mencalonkan diri sebagai Presiden Republik ini.
Di saat yang sama, ia mengutip kisah khalifah,
mengkritik kepemimpinan orang lain, seolah lupa
bahwa rekam jejak tak bisa disunting seperti pidato.
Saya Beni Budaya.
5 months ago | [YT] | 27
View 28 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Banyak orang merasa sudah berpikir,
padahal baru mengulang keyakinan.
Banyak yang merasa rasional,
padahal hanya mengganti mitos lama dengan dogma baru.
Di titik inilah Madilog dan kearifan Nusantara harus dibaca, bukan untuk dipuja, tapi untuk membebaskan cara berpikir kita.
https://youtu.be/VsZuYk8Xn38
5 months ago (edited) | [YT] | 15
View 9 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
AlhamdulILLAH... Selamat datang Presiden dan wakil Presiden Baru Kami. Sah!!!
Terimakasih Bapak Joko Widodo dan Bapak Kyai Ma'ruf Amin. Saya pasti selalu mengenang segala kebaikan dan kerja keras Bapak-bapak, terimakasih, terimakasih, terimakasih
Mohon maaf kepada Teman-teman kalah, semoga kalian bisa berlapang dada selama 10 tahun mendatang, karena demikianlah Demokrasi dan demikianlah keputusan ALLAH TUHAN Semesta Alam. Atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru ini, kalian kecewa, tidak masalah, tapi... Janganlah kecewa pada ALLAH TUHAN semesta Alam. Demikian...
1 year ago | [YT] | 13
View 3 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Sebuah Lagu Nasihat Buat Perantau...
1 year ago | [YT] | 2
View 0 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Kembali satu video saya tentang uang ghoib saya di hapus youtube lagi
2 years ago | [YT] | 4
View 2 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Berkaca Pada Kejadian Masa Lalu: Ramalan Atau Bualan? Saya Tidak Tau...
3 years ago | [YT] | 2
View 0 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Pandai berceramah, belum tentu bisa menceramahi diri sendiri...
4 years ago | [YT] | 1
View 0 replies
Beni Budaya Gmps, Alam Terkembang Menjadi Guru
Jangan asal menuduh Kadrun saja, kalau belum tonton video ini...
4 years ago | [YT] | 1
View 0 replies
Load more