Sang Idealis Channel

welcome buat semua anak negeri pecinta akal waras dan demokrasi yang sehat
channel youtube ini saya buat untuk meluruskan semua pemberitaan hoax yang hanya mementingkan kepentingan kelompok tanpa peduli adukasi politik sebagai modal sdm kita untuk memiliki rasionalitas politik yang baik sehingga mampu melahirkan pemimpin yang punya kapabilitas,intelektualitas dan berintegritas


Sang Idealis Channel

di bawah ini adalah salah satu dialog dalam buku saya yang berjudul "MURKA DARI KETOYAN", sebuah buku dari kisah nyata ketika melakukan investigasi ke desa ketoyan

“sebentar pak,saya siapkan dulu alat rekamnya”sahut arhan lalu masuk ke dalam menyiapkan alat rekam,sementara tomi melakukan hal yang sama dengan pak sodikin mengeluarkan sebatang rokok kreteknya lalu menyalakan

“seperti bapak ceritakan kemarin bahwa setelah peristiwa penangkapan perampok yang melarikan ke desa kami,kejadian besar yang terjadi di desa kami adalah kedatangan mahasiswa UGM yang akan melakukan KKN”jantung arhan berdegup kencang begitu juga tomi memperbaiki posisi duduknya bersiap mendengar sebuah cerita yang akan bisa menguak skandal terbesar di negeri ini,dan hebatnya mereka mendengar cerita ini langsung dari pelakunya

“bapak masih ingat sekali kejadiannya,karena bapak salah satu yang ikut menjemput mereka di kota kecamatan,semua mahasiswa yang akan KKN dari UGM berkumpul di kantor kecamatan wonosegoro” sambil bercerita pak sodikin menengadahkan muka sambil sedikit memejamkan mata,sepertinya berusaha mengingat peristiwa itu

“setelah pembagian kelompok,maka yang akan KKN di desa kami ada lima orang,tiga laki laki dan dua perempuan”sesekali pak sodikin menghisap rokoknya di sela sela bercerita

“ada yang menarik dari salah satu mahaiswa laki lakinya,salah satu mereka tampak berbeda dengan yang lain,jika yang dua usianya sepantaran dengan yang mahasiswa perempuan,yang ini berbeda,dari wajahnya usianya sekitar 37an tahun,sedangkan empat orang yang lain sekitar 23an tahun ”pak sodikin menghentikan ceritanya sejenak saat melihat anaknya mendekat sambil membawa ceret almunium dan sepiring pisang goreng yang kelihatan masih hangat

“monggo nak arhan nak tomi di nikmati kopi sama pisang gorengnya”setelah arini meletakkan pisang goreng dan kopi di meja

“matursuwun dek arini”ucap arhan sambil tersenyum”

2 weeks ago | [YT] | 80