(ternyata punya sistem administrasi yang sangat terstruktur )
Di masa Kekhilafahan Utsmaniyah, wilayah Palestina punya administrasi resmi, pejabat pemerintahan, sistem hukum, dan pembagian distrik yang jelas. Jadi bukan wilayah kosong tanpa struktur negara.
Secara administratif Palestina masuk kawasan Bilad asy-Syam (wilayah Syam besar). Yang mencakup kira-kira Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania modern.
Struktur pemerintahannya cukup rapi. Mulai dari pusat kekhalifahan di Istanbul, Lalu turun ke provinsi, distrik, dan sub-distrik.
Di era Utsmani akhir, wilayah Palestina terbagi dalam beberapa distrik penting seperti Sanjak Jerusalem, Sanjak Nablus, dan Sanjak Acre. “Sanjak” itu semacam distrik administratif.
Khusus Jerusalem punya posisi sangat penting. Karena nilai religius, posisi politik, dan perhatian internasional. sehingga di periode tertentu Jerusalem langsung terhubung ke pusat Utsmani tanpa melalui provinsi lain.
Di Palestina era Utsmani ada qadhi (hakim), pengadilan syariah, dan administrasi wakaf. Hukum digunakan untuk pernikahan, warisan, perdagangan, dan sengketa masyarakat.
Saat itu banyak fasilitas umum didukung sistem wakaf seperti masjid, sekolah, dapur umum, dan penginapan musafir. Jadi kehidupan sosial banyak ditopang lembaga wakaf.
Penduduknya beragam, ada Muslim, Kristen, dan Yahudi hidup di wilayah Palestina Utsmani. Mereka punya komunitas & administrasi sosial masing-masing dalam sistem kekaisaran.
Karena berada di bawah Utsmani, Palestina terhubung dengan wilayah Islam lain. Mulai dari perdagangan, haji, pendidikan, dan administrasi negara.
Kalau dilihat Palestina di era Utsmani bukan wilayah liar tanpa sistem. Tapi bagian dari pemerintahan besar yang terorganisir.
Kadang orang melihat sejarah Palestina cuma dari konflik modern. Padahal selama berabad-abad wilayah ini punya sistem sosial, hukum, dan administrasi yang berjalan.
Dan mungkin untuk memahami sebuah konflik hari ini kadang kita harus melihat bagaimana wilayah itu hidup sebelum konflik tersebut muncul.
Catatan kaki:
Rashid Khalidi, Palestinian Identity, 1997, Columbia University Press.
Ilan Pappé, A History of Modern Palestine, 2004, Cambridge University Press.
Eugene Rogan, The Arabs: A History, 2009, Basic Books.
Ngaji Historia
Peradaban Islam, Nikah di bantu Negara
1 week ago | [YT] | 20
View 0 replies
Ngaji Historia
Terobosan yang muncul dari Peradaban Islam
1 week ago | [YT] | 23
View 0 replies
Ngaji Historia
Bimaristan al-Nuri, Rumah sakit canggih di abad pertengahan
1 week ago | [YT] | 13
View 0 replies
Ngaji Historia
Gaji Dokter di Era Peradaban Islam
2 weeks ago | [YT] | 23
View 0 replies
Ngaji Historia
Budaya Unik era Khilafah Utsmani
2 weeks ago | [YT] | 31
View 2 replies
Ngaji Historia
Palestina di Era Khilafah Utsmani
(ternyata punya sistem administrasi yang sangat terstruktur )
Di masa Kekhilafahan Utsmaniyah, wilayah Palestina punya administrasi resmi, pejabat pemerintahan, sistem hukum, dan pembagian distrik yang jelas. Jadi bukan wilayah kosong tanpa struktur negara.
Secara administratif Palestina masuk kawasan
Bilad asy-Syam (wilayah Syam besar). Yang mencakup kira-kira Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania modern.
Struktur pemerintahannya cukup rapi. Mulai dari pusat kekhalifahan di Istanbul, Lalu turun ke provinsi, distrik, dan sub-distrik.
Di era Utsmani akhir, wilayah Palestina terbagi dalam beberapa distrik penting seperti Sanjak Jerusalem, Sanjak Nablus, dan Sanjak Acre. “Sanjak” itu semacam distrik administratif.
Khusus Jerusalem punya posisi sangat penting. Karena nilai religius, posisi politik, dan perhatian internasional. sehingga di periode tertentu Jerusalem langsung terhubung ke pusat Utsmani tanpa melalui provinsi lain.
Di Palestina era Utsmani ada qadhi (hakim), pengadilan syariah, dan administrasi wakaf. Hukum digunakan untuk pernikahan, warisan, perdagangan, dan sengketa masyarakat.
Saat itu banyak fasilitas umum didukung sistem wakaf seperti masjid, sekolah, dapur umum, dan penginapan musafir. Jadi kehidupan sosial banyak ditopang lembaga wakaf.
Penduduknya beragam, ada Muslim, Kristen, dan Yahudi hidup di wilayah Palestina Utsmani. Mereka punya komunitas & administrasi sosial masing-masing dalam sistem kekaisaran.
Karena berada di bawah Utsmani, Palestina terhubung dengan wilayah Islam lain. Mulai dari perdagangan, haji, pendidikan, dan administrasi negara.
Kalau dilihat Palestina di era Utsmani bukan wilayah liar tanpa sistem. Tapi bagian dari pemerintahan besar yang terorganisir.
Kadang orang melihat sejarah Palestina cuma dari konflik modern. Padahal selama berabad-abad wilayah ini punya sistem sosial, hukum, dan administrasi yang berjalan.
Dan mungkin untuk memahami sebuah konflik hari ini kadang kita harus melihat bagaimana wilayah itu hidup sebelum konflik tersebut muncul.
Catatan kaki:
Rashid Khalidi, Palestinian Identity, 1997, Columbia University Press.
Ilan Pappé, A History of Modern Palestine, 2004, Cambridge University Press.
Eugene Rogan, The Arabs: A History, 2009, Basic Books.
2 weeks ago | [YT] | 8
View 0 replies
Ngaji Historia
Sistem Pendidikan Era Peradaban Islam
2 weeks ago | [YT] | 58
View 1 reply
Ngaji Historia
Gaji Guru di Era Peradaban Islam
3 weeks ago | [YT] | 26
View 0 replies
Ngaji Historia
Bagaimana menurutmu kalau kita rutinkan konten seperti ini?
3 weeks ago | [YT] | 18
View 2 replies
Ngaji Historia
Minimal nonton sekali seumur hidup, serius ini😅
3 weeks ago | [YT] | 3
View 0 replies
Load more