Assalamu'alaikum warohmatulloh wa barokatuh...
Channel Da'i Lombok ini kami buat sebagai sarana berbagi ilmu agama dan nasehat-nasehat yang bersumber dari bayan, tilawah, dan nasehat para tuan guru,kiyai,masyaikh,ustad, dan ulama - ulama seluruh dunia.
Kami berharap channel ini dapat dijadikan sebagai media kebaikan dan kemaslahatan untuk ummat.
Jazaakumullaah untuk kalian semua, kakak & adik, dan semuanya, atas dukungannya dengan cara SUBSCRIBE, LIKE,COMMENT dan SHARE.
Terakhir,Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan pada semuanya.
Wassalaamu'alaikum warohmatulloh wa barokatuh...
Salam,
DA'I LOMBOK
DA'I LOMBOK
34 𝐒𝐄𝐁𝐀𝐁 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐃𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐀𝐍𝐃𝐀 𝐅𝐀𝐊𝐈𝐑.
1. Tidur dalam keada'an telajang.
2. Kencing dalam keada'an telanjang.
3. Makan dalam keada'an berjunub.
4. Makan sambil tiduran.
5. Membiarkan berserakannya sisa makanan.
6. Membakar kulit bawang merah dan bawang putih.
7. Menyapu lantai dengan sapu tangan.
8. Menyapu rumah di malam hari.
9. Membiarkan sampah mengotori rumah.
10. Memanggil orang tua dengan nama keduanya.
11. Mencongkel gigi dengan benda kasar.
12. Mencuci tangan dengan lumpur dan debu.
13. Duduk di beranda pintu.
14. Besandar pada kaki gawang pintu.
15. Berwudhu' di tempat Qada hajat (Buang air besar dan kecil).
16. Menjahit pakaian yang sedang dipakai.
17. Mengelap wajah dengan kain. ( bekasan wuzuk)
18. Membiarkan sarang laba-laba dirumah.
19. Meremehkan shalat.
20. Bersegera keluar dari mesjid sesudah shalat subuh.
21. Pergi ke pasar di pagi buta.
22. Berlama-lama di pasar.
23. Membeli potongan makanan dari fakir yang meminta (mengemis).
24. Berdo'a keburukan kepada anak.
25. Mematikan lampu (lilin) dengan cara meniup.
26. Menulis dengan pena rusak.
27. Menyisir rambut dengan sisir rusak.
28. Tidak mau berdo'a dengan kebagusan bagi orang tua.
29. Memakai sorban sambil duduk.
30. Memakai celana sambil berdiri.
31. Bersikap kikir.
32. Terlalu hemat..
33. Berlebihan dalam kehidupan..(boros)
34. Suka menunda dan meremehkan pekerja'an.(kebajikan)atau menyepelekan dosa besar..
{ Sumber : Kitab Ta’lim Muta'alim Hal.43-44 }
Kitab Ta’lim Muta’allim adalah kitab bagi seorang penuntut ilmu agar mendapatkan ilmu yang bermamfa'at bagi dirinya pada khusussnya dan masyarakat pada umumnya.
والله اعلم بالصواب
3 years ago | [YT] | 2
View 0 replies
DA'I LOMBOK
*MUHASABAH*
*_PANJANG USIA DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH_*
Saudaraku,
Buah dari ketaatan dan kemaksiatan bisa dilihat secara umumnya, yakni menjalankan perintah lebih utama dibandingkan menjauhi larangan. Pahala menjalankan perintah lebih besar dibandingkan pahala menjauhi larangan, dan dosa tidak menjalankan perintah lebih besar dibandingkan dosa akibat menjalankan larangan. Walaupun perintah dan larangan itu bertingkat-tingkat, pada sebagian larangan ada yang kadarnya lebih tinggi dibandingkan kadar perintah. Contohnya menjauhi perbuatan zina lebih besar kadar pahalanya dibandingkan menjalankan perintah melakukan _qiyamul lail._
Kaidah ini dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam _Majmu’ Fataawa,_ beliau menyatakan,
أَنَّ جِنْسَ فِعْلِ الْمَأْمُوْرِ بِهِ أَعْظَمُ مِنْ جِنْسِ تَرْكِ الْمَنْهِيِّ عَنْهُ وَأَنَّ جِنْسَ تَرْكِ الْمَأْمُوْرِ بِهِ أَعْظَمُ مِنْ جِنْسِ فِعْلِ الْمَنْهِيِّ عَنْهُ وَأَنَّ مَثُوْبَةَ بَنِيْ آدَمَ عَلَى أَدَاءِ الْوَاجِبَاتِ أَعْظَمُ مِنْ مَثُوْبَتِهِمْ عَلَى تَرْكِ الْمُحَرَّمَاتِ وَأَنَّ عُقُوْبَتَهُمْ عَلَى تَرْكِ الْوَاجِبَاتِ أَعْظَمُ مِنْ عُقُوْبَتِهِمْ عَلَى فِعْلِ الْمُحَرَّمَاتِ
“Jenis mengerjakan hal yang diperintahkan lebih agung dibandingkan jenis meninggalkan hal yang dilarang, dan jenis meninggalkan hal yang diperintahkan lebih besar dibandingkan jenis mengerjakan hal yang dilarang. Pahala anak Adam yang mengerjakan kewajiban lebih besar dibandingkan pahala meninggalkan hal yang diharamkan. Akibat (dosa) karena meninggalkan kewajiban lebih besar dibandingkan mengerjakan hal yang diharamkan."
(Majmu’ Fatawaa ibn Taimiyah, 20/85)
Selanjutnya beliau menjelaskan kaidah itu dengan menyatakan bahwa ilmu dan niat itu terkait dengan sesuatu yang akan diwujudkan (amal), bukan sesuatu yang tidak ada (meninggalkan amalan). Artinya, mewujudkan sesuatu (menjalankan perbuatan) itu lebih diharapkan dibandingkan meniadakan sesuatu, menjalankan perintah, itulah asal dari tujuan syariat, sedangkan meninggalkan larangan adalah penyempurna untuk mencapai tujuan itu...
Syaikhul Islam menyebutkan alasan-alasan yang menunjukkan bahwa kaidah ini benar, berikut akan disebutkan 3 alasan saja yang disarikan dari penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
Pertama, kebaikan yang paling agung adalah iman kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, sedangkan keburukan yang paling besar adalah kekafiran. Iman adalah suatu hal yang harus diwujudkan, seorang tidak bisa dikatakan beriman secara dzahir kalau dia tidak menampakkan _ushul_ (pokok) keimanannya yaitu syahadat. Dia tidak disebut sebagai Mukmin secara batin jika tidak meyakini syahadat itu di dalam hatinya dan menghilangkan keraguan itu secara lahir dan batin...
Selain itu ia harus mewujudkan iman itu dengan amal shaleh, sedangkan kekafiran adalah tidak adanya keimanan di dalam hati.
Perbandingan dosa antara ayah jin (iblis) dengan ayah manusia (Adam), mana yang lebih besar dan lebih dahulu dosanya? Jawabannya adalah: Iblis. Iblis tidak melaksanakan perintah karena menentang dan sombong dan itulah yang menimbulkan kemurkaan Allah Azza wa Jalla, karena ia tidak mau melaksanakan perintah untuk bersujud. Sedangkan dosa Adam adalah dosa kecil yaitu mengerjakan suatu hal yang dilarang: makan buah khuldi dari suatu pohon terlarang...
Dosa akibat menjalankan hal yang dilarang bisa dihapus dengan melakukan sesuatu yang diperintahkan, yaitu taubat dan mengiringinya dengan segera melakukan kebaikan-kebaikan amal shaleh...
Kedua, dari sisi pelaksanaan dan hambatan di sekeliling, sering kali lebih berat meninggalkan larangan karena untuk menjalankan perintah masih ada keringanan sesuai keadaan (sebagaimana pendapat Imam Ahmad), bagi yang tidak bisa shalat dengan berdiri bisa dengan duduk. Jika tidak bisa dengan duduk maka bisa dilakukan dengan cara berbaring. Perintah dikerjakan sesuai dengan kemampuan, tapi meninggalkan larangan-larangan (keharaman) ada banyak tantangan dan godaan, seperti bujukan hawa nafsu dalam diri, bisikan syaithan, sebab-sebab duniawi, teman yang buruk yang mempengaruhi, keinginan meniru orang-orang sekeliling yang tidak istiqamah dalam _al-haq,_ (kebenaran)...
Ketiga, penjelasan di atas memiliki hubungan erat dengan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَاِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ (رواه البخاري ومسلم)
Dari Abi Hurairah A’bdi Rahman ibn Sakhra RA berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan: “Apa yang aku larang terhadapmu maka tinggalkanlah, dan apa yang aku perintahkan kepadamu maka kerjakanlah (sesuai dengan kemampuanmu), maka sesungguhnya orang-orang sebelum kamu (terdahulu) telah binasa disebabkan pertanyaan-pertanyaan mereka dan mereka melakukan pertentangan atas Nabinya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah mengingatkan kaum Muslim agar memelihara perintah dan larangan Allah Azza wa Jalla,
اِنَّ اللهَ فَرَضَ فَرَائِضَ فَلَا تُضَيِّعُوْهَا وَحَدَّ حُدُوْدًا فَلَا تَعْتَدُوْهَا
“Sungguh Allah telah mewajibkan berbagai kewajiban, karena itu jangan kalian menyia-nyiakannya. Allah pun telah menetapkan berbagai larangan, karena itu jangan kalian melanggarnya.”
(HR. Al-Baihaqi)
Saudaraku,
Adapun hikmah dari penjelasan di atas adalah, “Bahwa bukanlah dinamakan taqwa kepada Allah dengan puasa siang hari dan qiyamul lail di malam hari serta mencampurkan kedua hal itu. Akan tetapi, taqwa kepada Allah itu adalah meninggalkan apa yang diharamkan Allah dan menjalankan hal yang diwajibkan Allah, karena;
“Kebahagiaan dari segala kebahagiaan adalah panjang usia dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.”
(Musnad Asy- Syihab Imam al-Qudhay)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menjalankan setiap ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.
_Wallahua'lam bishawab_
3 years ago | [YT] | 1
View 0 replies
DA'I LOMBOK
💰🌴💸 *Mahalnya Hidayah*
Pernah ngga kita bertemu dengan seseorang yang telah lama kita tidak bertemu, namun amalan dan tingkah lakunya tetap gitu-gitu saja tidak ada perubahan.
Ia tetap tidak mau menutup auratnya dengan jilbab.
Ia tetap tidak mau mengerjakan sholat.
Ia tetap senang mabuk, berjudi, memakan riba,
Ia tetap senang pacaran, berzina, gonta-ganti pasangan.
Ia tetap melakukan kesyirikan dan bid'ah.
Ia tetap kasar, jahil, sombong dan tamak dunia.
Jika pernah, Itulah salah satu tanda mahalnya sebuah hidayah.
Sebab memang tidak semua orang Allah berikan hidayah.
Maka bersyukurlah engkau yang telah Allah ﷻ berikan hidayah.
Tetaplah jaga dengan menuntut ilmu syar'i, bergaul dengan teman-teman shalih dan terus berdoa memohon kepada Allah.
Karena hidayah adalah sebaik-baik nikmat yg Allah berikan, dan tidak ada nikmat didunia ini yg melebihi akan nikmatnya sebuah hidayah.
Dengan hidayah menjadikan kita mudah melakukan amal shalih.
Dengan hidayah dapat menuntun kita kejalan yang lurus.
Dengan hidayah kita bisa meninggalkan mana yg salah dan mana yg benar.
Dengan hidayah menjadikan kita tetap istiqomah dalam ketaqwaan.
Dengan hidayah menjadikan kita mati dalam keadaan islam dan Husnul Khatimah.
Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:
وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ (7) فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. al-Hujurat: 7-8).
Oleh karena itu, ketahuilah bahwa karunia Allah yang paling besar kepada para hambanya adalah hidayah serta taufiq yang dengannya seorang hamba dapat melakukan ketaatan dan berpegang teguh di atas agamanya, sehingga dengannya ia bisa selamat baik di dunia maupun di akhirat dan dengannya pula ia akan mendapatkan kedudukan tinggi serta kebahagian yang abadi di dalam surga.
Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang selalu mendapatkan hidayah-Mu. Aamiin.
☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum
3 years ago | [YT] | 0
View 0 replies
DA'I LOMBOK
◾ ANDAI KUBUR BISA BERBICARA ◾
Wahai orang yang hidup di dunia...
Wahai saudaraku yang akan mati...
Wahai yang diajak kepada keselamatan...
Wahai yang rela mendapatkan kerugian...
Wahai yg amal dibungkus kemunafikan...
Setiap hari ada jenazah yang diantar...
Kenapa lupa mati yg tinggal sebentar...!?
Bertaubatlah karena maut telah dekat...
Jangan ikuti hawa nafsu yang memikat...
Karena hari di akhirat itu amatlah berat...
Ziarahilah kuburan, dan menangislah di sana. Cucilah hatimu itu dengan air mata kesedihan, dan ingatlah orang yang telah tertimpa kematian, bagaimana hari yang sangat pedih itu datang kepada mereka dengan penyesalan dan kesengsaraan...
Dimanakah kekayaan & perhiasanmu !?
Dimana kecantikan dan keindahanmu !?
Dimana kesehatan & kehormatanmu !?
Dimana kedudukan dan kekuasaanmu !?
Dimana kekuatan dan kebanggaanmu !?
Mana keangkuhan & kesombonganmu !?
Semua akan berhenti di lubang kubur...
Imam Ibnul Jauzi رحمه الله berkata :
ابكِ على نفسك قبل أن يُبكى عليك، وتفكَّر في سهم قد صُوِّب إليك، وإذا رأيت جنازة فاحسبها أنت، وإذا عاينتَ قبرًا فتوهمه قبرك
"Tangisilah dirimu sebelum engkau itu ditangisi, & pikirkanlah anak panah yang telah diarahkan kepadamu. Jika engkau melihat jenazah, maka anggaplah dia itu adalah jenazahmu. Dan apabila engkau melihat kuburan, maka bayangkanlah itu adalah kuburanmu" (Al-Mudhisy hal 356)
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Kubur adalah tempat pertama kali dari alam akhirat. Apabila seseorang selamat darinya, maka setelahnya dia akan lebih mudah. Dan apabila seseorang itu tidak selamat darinya, maka setelahnya akan lebih berat" (HR. At-Tirmidzi no. 2308, Ibnu Majah no. 4267 dan juga Ahmad I/225, hadits dari Utsman bin Affan, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3550)
Ya Allah...yg mengetahui semua rahasia, yg menguasai semua kehidupanku, yang akn menolong setelah kematianku, Yang Maha Mendengar ratapanku, janganlah Engkau siksa diriku di dalam kuburku...
3 years ago | [YT] | 1
View 0 replies
DA'I LOMBOK
🦋" 6 ayat yang didalam Al Qur'an yang menjadi penyemangat "🦋
🦋. "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai kesanggupan nya"
➪ (QS. Al-Baqarah : 286)
🦋. "Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu, sesungguhnya Allah bersama orang orang bersabar"
➪ (QS. Al-Baqarah : 153)
🦋. "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya"
➪ (QS. Alzalzalah : 7)
🦋. "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan bumi"
➪ (QS. Yunus : 5)
🦋. "Sesungguhnya Tuhanku, benar benar maha mendengar (memperkenanakan) doa"
➪ (QS. Ibrahim : 39)
🦋. "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka sangka"
➪ (QS. At-Talaq : 2-3)
3 years ago | [YT] | 0
View 0 replies
DA'I LOMBOK
*🍃🌸 SEORANG MU’MIN TIDAK PERNAH MERASA LEBIH BAIK DIBANDINGKAN SAUDARANYA !*
_🪶 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah_
Sesungguhnya persaksian seorang hamba terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya, hal itu akan menyebabkan dia merasa tidak memiliki kelebihan atau keutamaan atas seorang pun, dan juga tidak merasa memiliki hak terhadap seorang pun. Hal itu karena dia selalu menyaksikan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya, sehingga dia pun tidak pernah menganggap bahwa dirinya lebih baik dari seorang muslim pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengharamkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jadi jika dia menyaksikan hal itu, maka dia tidak akan pernah merasa dirinya memiliki hak-hak atas orang lain berupa pemuliaan yang berhak dia tuntut dari mereka dan berhak mencela mereka jika mereka tidak memenuhinya. Karena sesungguhnya dirinya dalam pandangannya terlalu hina dan tidak ada harganya untuk merasa memiliki hak-hak atas hamba-hamba Allah yang wajib atas mereka untuk memperhatikannya. Atau karenanya dia merasa memiliki keutamaan yang menyebabkan dia berhak untuk dimuliakan dan dihormati serta diutamakan atas orang lain.
Maka dia pun menilai jika ada seseorang mengucapkan salam kepadanya atau menjumpainya dengan wajah ceria, berarti orang tersebut telah berbuat baik kepadanya dan telah memberinya sesuatu yang sebenarnya dia merasa tidak pantas untuk menerimanya. Sehingga dia pun merasa lapang dadanya dan tidak menyibukkan manusia dari keluh kesahnya dan kemarahannya kepada orang lain. Maka alangkah baik kehidupannya, alangkah nikmat hatinya, dan alangkah sejuk pandangan matanya.
Bandingkan orang tersebut dengan seseorang yang selalu mencela hamba-hamba Allah, mengeluhkan mereka karena dia anggap tidak memenuhi haknya, dan dia selalu marah kepada mereka, padahal mereka lebih besar kemarahannya terhadapnya.
Maka Maha Suci Allah yang hikmah-Nya membuat akal-akal makhluk-Nya tercengang tidak mampu mengukurnya.
(Miftaah Daaris Sa’aadah, II/296)
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum..
*By: Abu Umar Andri Maadsa*
3 years ago | [YT] | 0
View 0 replies
DA'I LOMBOK
*💟◾ AIR MATA RINDU PADA NABI ﷺ ◾🪷*
Imam Malik bin Anas رحمه الله berkata :
لقد كنت آتي عامر بن عبد الله بن الزبير فإذا ذكر عنده النبي ﷺ بكى حتى لا يبقى في عينيه دموع
"Sungguh aku pernah mendatangi 'Amir bin Abdillah bin az-Zubair, maka apabila disebut nama Nabi ﷺ di sisinya beliau pun menangis, hingga tidak tersisa lagi air mata pada kedua matanya".
"Muhammad bin Munkadir itu penghulu para pembaca. Hampir setiap kali ada orang yang bertanya kepadanya tentang hadits, ia pun selalu menangis" (Hilyatul Auliyaa' II/147)
Saudaraku, pernahkah air mata kita ini menetes karena sangat rindu ingin bisa bertemu dgn Nabi Muhammad ﷺ…!?
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Di antara umatku yg paling mencintaiku adalah orang2 yang hidupnya setelahku, salah seorang di antara mereka sangat ingin untuk bisa melihatku walaupun (dia harus menebusnya) dengan keluarganya serta hartanya" (HR. Muslim, hadits dari Abu Hurairah, Shahiihul Jaami' no. 5893)
"Barangsiapa yang melihatku dlm mimpi, maka sesungguhnya dia telah melihatku, karena sesungguhnya syaitan tidak dapat menyerupaiku" (HR. Muslim no. 2266, hadits dari Abu Hurairah)
اَللّٰهُمَّ اَرِنِيْ وَجْهَ رَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ ﷺ فِيْ مَنَامِيْ
Ya Allah, perlihatkanlah kepadaku wajah Rasul-Mu Muhammad ﷺ dlm mimpiku...!
3 years ago | [YT] | 0
View 0 replies
DA'I LOMBOK
*20. Cara Tarbiyah Diri*
1. Menjaga waktu di saat keluar. Syaikh Ibnul Qayyim rah. mengatakan bahwa menyia-nyiakan waktu lebih besar kerugiannya daripada kematian, sebab menyia-nyiakan waktu bisa kehilangan Allah, sedangkan kematian hanya kehilangan dunia.
2. Menjaga amal
Ulama mengatakan, “zamanut tarbiyyah auqatut tarbiyyah ”, artinya masa tarbiyah adalah waktu mertarbiyah diri. Maksudnya, jika dalam masa tarbiyah seseorang tidak bisa menjaga amal, maka mustahil di luar masa tarbiyah akan berhasil. Contohnya seorang santri yang tidak pernah shalat tahajjud ketika menuntut ilmu, maka mustahil dia akan menjadi ahli tahajjud ketika menjadi ‘ulama.
3. Menjaga empat saluran, yaitu mata, telinga, mulut, dan fikiran agar hati tidak dimasuki keyakinan yang syirik.
4. Muhashabah yaitu menghisab amalan setiap hari adakah yang ikhtilaf dengan sunnah Nabi SAW.
*21. Tanda Tarbiyah yang Berhasil*
1. Senang berangkat khuruj sama dengan senangnya berjumpa dengan isteri (keluarga) ketika pulang.
2. Sedihnya pulang dari khuruj sama dengan sedihnya tinggalkan isteri ketika berangkat khuruj.
3. Shalat lebih khusyu’.
4. Dzikir lebih tawajjuh.
5. Menganggap setiap amal agama sebagai perkara yang besar dan utama.
*22. Sepuluh Akhlak Da’i Terhadap Isteri*
1. Memberi nafkah lahir (keperluan hidup) dan batin (agama).
2. Berhias di hadapan isteri.
3. Meringankan pekerjaan isteri.
4. Puji masakan isteri.
5. Puji sekecil apapun kebaikan isteri.
6. Sayangi anak di depan isteri.
7. Ajak jalan-jalan yang disyari’atkan agama (misalnya nushrah jama’ah masturah, nushrah ahliah yang suaminya sedang khuruj).
8. Apabila pergi tinggalkan pesan dan ketika pulang membawa hadiah.
9. Cerita (kargozari) di malam hari sebelum tidur.
10. Mendoakan isteri untuk kebaikan dunia dan akhirat.
*23. Sepuluh Cara Da’i Memelihara Isteri*
1. Jangan jadikan isteri sebagai budak
2. Kerja isteri kerja kita
3. Tidak pernah mencaci dan memukul isteri
4. Selalu memaafkan kesalahannya
5. Memberi contoh
6. Menjadikan isteri sebagai abid
7. Jangan mendatangkan kebendaan dunia ke dalam rumah
8. Beri targhib dengan mahabah / kasih sayang
9. Tidak pernah mengeluh dengan apa yang diberikan isteri
10. Dengan banyak berdakwah.
*24. Kenapa Karkun?*
Kenapa karkun macet:
1. Keletihan / kecapaian.
2. Tersakiti hatinya.
* Kenapa dakwah terhambat:
1. Karkun kaya takut miskin.
2. Karkun miskin ingin kaya.
* Kenapa karkun rusak:
1. Tidak jaga nisab.
2. Tidak buat maqomi.
* Kenapa karkun dingin:
1. Waktu keluar tidak niat islah diri.
2. Waktu pulang tidak jadikan dakwah jalan hidupnya.
* Kenapa umat merugi :
1. Tidak paham target hidup
2. Tidak paham maksud hidup
*25. Yang Mendatangkan Sifat Munafik*
1. Pilih-pilih dalam bersahabat (dalam berjamaah)
2. Masih menyukai yang enak-enak
3. Tidak mau ditarghib dan dinasehati
4. Takut miskin, takut mati, dan takut menderita
5. Suka mencari kesalahan orang lain
6. Sering berteman dengan orang-orang yang cinta dunia dan orang-orang yang tidak menjaga sholat berjemaah
7. Masih ada sifat emosi dan amarah
*26. Sifat-Sifat Iblis*
1. Sombong merasa paling hebat
2. Melaksanakan perintah Allah SWT mikir-mikir
3. Suka membeda-bedakan
4. Suka mengadu domba
5. Ingin menang sendiri
6. Tidak yakin pada kekuasaan, kehebatan, dan keangungan Allah SWT.
7. Berbangga diri
*27. Isteri Tidak Mendukung*
Kalau istri kita tak mendukung/menentang usaha dakwah maka hal-hal yang harus kita lakukan di antaranya :
1. Kita harus tetap tunaikan hak-hak istri kita walaupun dia menentang dan tidak setuju dengan usaha dakwah ini, kasih sayang kita janganlah berkurang sedikitpun kepada dia, jangan main ancam-ancam untuk melakukan poligami kalau istri kita menolak dakwah, jangan pernah punya pikiran seperti itu, kita harus tetap tunaikan keperluan dan hak dia.
2. Kita jangan menuntut hak kita ditunaikan, kalau sekiranya istri kita tidak mau mencucikan baju kita ya kita cuci sendiri, kalau istri kita tidak mau masak yang masak sendiri bahkan kalau istri kita tidak mau diajak ”tidur” ya kita tidur sendiri. Intinya kita jangan menuntut hak kita.
3. Tetap lakukan dakwah secara istiqomah, waktunya nisab kita tetap berangkat walau istri tidak setuju, kalau kita pulang istri kita marah, maka kita diam saja dengan tetap jaga kasih sayang, jangan pernah lupa hak istri walau dia mati-matian menentang dakwah.
Insyaa Allah kita niat amal dan sampaikan kpd saudara2 kita...🤲🤲 🤲
3 years ago | [YT] | 3
View 0 replies
DA'I LOMBOK
*Mudzakarah Da'i*
*1. Tiga Pikir Da’i*
1. Mewujudkan kerja dakwah: dengan mengeluarkan jama’ah gerak ke seluruh alam.
2. Memelihara kerja dakwah: dengan ikut musyawarah di daerah (markaz), halaqah, dan muhalla serta menghidupkan amalan maqami.
3. Meningkatkan kerja dakwah: dengan menambah korban harta, diri, masa, dan fikir.
*2. Tiga Belas Sifat Da’i*
1. Mahabbah kepada seluruh makhluk.
2. Semangat rela berkorban harta dan diri untuk agama.
3. Selalu Ishlah diri.
4. Ikhlas semata-mata untuk mencari keridhaan Allah.
5. Beristighfar dalam setiap amalan.
6. Sabar setiap menghadapi ujian.
7. Menisbatkan diri hanya kepada Allah.
8. Tidak berputus asa dalam setiap kegagalan.
9. Tabah seperti unta.
10. Tawadhu seperti bumi.
11. Tegak dan teguh seperti gunung.
12. Berpandangan luas seperti langit.
13. Istiqamah seperti matahari.
*3. Lima Kerisauan Da’i*
1. Bagaimana masjid di seluruh alam hidup seperti Masjid Nabawi di zaman Nabi SAW.
2. Bagaimana agama berjaya di setiap desa, kota, dan seluruh dunia seperti Madinah al Munawwarah di zaman Nabi SAW.
3. Bagaimana semua manusia berpola hidup seperti pola hidup Rasulullah SAW dan para sahabat RA.
4. Bagaimana di saat wanita ketemu wanita, laki-laki ketemu laki-laki, anak ketemu anak, semuanya berbicara agama; kebesaran Allah SWT.
5. Bagaimana setiap rumah-rumah hidup amalan agama sehingga dapat mengeluarkan hafizh-hafizhah, da’i-da’iyah, dan 'ulama.
*4. Lima Tertib Ibadah Da’i*
1. Menjaga shalat fardhu berjamaah di masjid dan shalat-shalat sunnah.
2. Menjaga tilawah al Quran minimal 1 Juz perhari dan dzikir pagi-petang.
3. Menjaga ta’lim harian di masjid dan di rumah.
4. Menjaga jaulah mingguan di masjid sendiri dan masjid tetangga.
5. Menjaga nishab dakwah 2½ jam setiap hari, 3 hari setiap bulan, 40 hari setiap tahun, dan minimal 4 bulan sekali seumur hidup.
*5. Enam Sifat Amalan Da’i*
1. Iman: yakin yang benar kepada Allah SWT.
2. Istikhlas: ikut cara Rasulullah SAW.
3. Ihtisab: mengetahui nilai amal.
4. Ihsan: tawajjuh kepada Allah SWT.
5. Ikhlas: mencari ridha Allah SWT
6. Istiqamah: mujahadah melawan hawa nafsu.
*6. Sembilan Target Da’i*
1. Meningkatkan amalan
2. Tahu tugas
3. Merisaukan umat
4. Membawa rahmat
5. Menyatukan umat
6. Membuat suasana agama baik maqomi dan intiqoli
7. Tidak cinta dunia, tidak terkesan dengan suasana dan keadaan
8. Sami’na wa attho’na
9. Mencapai target kalimat LAAILAAHAILLALLAAH di akhir hayatnya.
*7. Siap Menjadi Da’i*
* Seperti air hujan; mendatangi semua orang tanpa menunggu diundang dan tidak dibayar.
* Tidak seperti air sungai; hanya memberi manfaat kepada orang yang berada di sekitarnya dan searah dengan alirannya.
* Tidak seperti air sumur; hanya memberi manfaat kalau didatangi dan atau dipasangi saluran.
* Apalagi seperti air PDAM/PAM; hanya memberi manfaat kalau mau dibayar. (na’udzubillahi min dzalik)
*8. Cara Da’i Meredam Emosi*
1. Tidak suka tidur
2. Tidak suka makan yang enak-enak.
3. Selalu menyalahkan diri sendiri.
4. Selalu mengucapkan salam.
5. Tidak berteman dengan orang kaya.
6. Menghormati orang berilmu.
7. Menutupi kesalahan saudaranya.
8. Tidak mencintai hobbi dunia.
9. Selalu berteman dengan orang miskin.
10. Suka memberi makan orang miskin.
11. Mencintai sunnah Nabi, meninggalkan cinta dunia.
12. Sabar menerima apa adanya.
13. Suka melihat ke bawah.
14. Harus bijaksana dan hati-hati.
15. Sering puasa sunnah.
*9. Amalan Da’i agar Bisa ke Seluruh Alam*
1. Catat nama ketika tasykil.
2. Beri dakwah kepada setiap orang dan bentangkan takaza kepada setiap orang.
3. Nushrah Jama’ah yang ada di maqami dengan cara i’tikaf dan program bersama jama’ah, sedangkan makan bersama isteri (keluarga).
4. Shalat hajat dengan sungguh-sungguh.
*10. Amalan Da’i yang Memudahkan Tasykil*
1. Niat yang ikhlas.
2. Persiapan yang matang.
3. Sangka baik.
*11. Cara Da’i Mendapatkan Tasykilan*
1. Jaga kesatuan hati: amir dengan makmur, sesama makmur, jama’ah gerak dengan ahbab setempat, jama’ah gerak dengan jama’ah masjid, dan jama’ah gerak dengan masyarakat setempat.
2. Hidupkan delapan amalan ijtima’i: shalat berjama’ah, musyawarah, ta’lim, jaulah, bayan, makan, tidur, dan safar.
3. Hidupkan lima amalan infirodi: takbiratul ula dalam shalat jama’ah, shalat-shalat nafil, dzikir dan tilawah Al Qur’an minimal 1 juz setiap hari, do'a memohon hidayah, dan taat keputusan musyawarah.
4. Hidupkan lima jaulah: jaulah umumi, jaulah khususi, jaulah ta’limi, jaulah tasykili, dan jaulah usuli.
5. Mengadakan bayan masturah.
6. Akhirkan waktu makan dan istirahat.
7. Menjaga amalan malam hari.
8. Sambung hati dengan orang yang didakwahi, setelah itu tentukan hari kapan ia bersedia khuruj.
9. Membantu menyelesaikan keperluan orang yang bersedia khuruj.
*12. Enam Ikrom Da’i Kepada Teman*
1. Jangan makan secara menyebar.
2. Kunjungi bila sakit.
3. Cerah muka dan lemah lembut.
4. Lihat kebaikannya.
5. Ucapkan salam bila bertemu.
6. Banyak silaturahmi.
*13. Cara Da’i Menjaga Kesatuan Hati*
1. Senantiasa meluruskan niat untuk ishlah diri, bukan mengishlah orang lain. Tertib untuk diri sendiri, ikram untuk orang lain.
2. Merapatkan dan meluruskan shaf ketika shalat berjama’ah.
3. Saling menyebarkan salam.
4. Saling memanggil dengan nama atau gelar yang disukai.
5. Saling mendoakan.
6. Selalu melihat kebaikan orang lain dan melihat kekurangan diri sendiri.
7. Jangan merasa lebih tahu atau merasa sudah lama dalam usaha dakwah.
8. Senantiasa duduk berjama’ah, baik dalam majelis maupun di luar majelis.
9. Saling memaafkan.
10. Saling memberi hadiah.
11. Ikram dengan berkhidmat sesama jama’ah, walaupun ada petugas khidmat.
12. Menjaga lisan, hindari menegur langsung teman yang kurang tertib, berilah nasihat melalui mudzakarah atau pembicaraan empat mata.
13. Mentaati hasil musyawarah dan senantiasa mudzakarah ushul-ushul dakwah.
*14. Sifat Untuk Satu Hati*
1. Mahabah / kasih sayang.
2. Sebarkan salam.
3. Saling ikrom.
4. Saling menghormati.
5. Hindarkan perbedaan pendapat.
6. Jangan menyakiti hati orang lain.
7. Jangan sombong.
8. Melihat kebaikan orang lain.
9. Utamakan ijtima’iyat.
10. Hindarkan senda gurau.
11. Jaga taat pada Amir.
12. Jaga akhlak.
14. Saling do’a mendo’akan.
*15. Cara untuk menjaga satu hati*
1. Niat islah diri.
2. Taat pada putusan musyawarah.
3. Jaga amalan ijtima’i.
4. Rela berkorban.
5. Tingkatkan ikrom pada orang lain.
6. Lihat kebaikan orang lain dan sebaliknya lihat keburukan kita.
7. Ambil takaza yang berat.
8. Tertibkan diri sendiri.
9. Beri kelonggaran pada orang lain.
10. Ikhlas dan istikhlas.
11. Hargai pengorbanan orang lain.
12. Bandingkan korban kita dengan korban sahabat.
13. Ini kerja saya orang lain hanya membantu.
*16. Penyebab Matinya Hati*
1. Mengenal Allah SWT tetapi tidak memenuhi haknya.
2. Membaca Al Qur'an tetapi tidak mengamalkannya.
3. Mengaku memusuhi syetan tetapi mengikuti dan mentaatinya.
4. Mengaku umat Rasulullah SAW tetapi tidak mengamalkan sunnah-sunnahnya.
5. Ingin masuk surga tetapi tidak beramal untuknya.
6. Ingin selamat dari neraka tetapi melemparkan diri ke dalamnya.
7. Mati itu hak tetapi tidak siap untuk menghadapinya.
8. Meributkan dosa dan aib orang lain tetapi lupa akan aib dirinya sendiri.
9. Merasakan nikmat tetapi tidak mensyukurinya.
10. Kamu telah menguburkan mayat orang lain tetapi tidak dijadikan pelajaran dan peringatan.
*17. Sepuluh Fitrah Nabi*
1. Menghisab air ke hidung kemudian dikeluarkan.
2. Memotong kumis.
3. Bersiwak.
4. Berkumur-kumur
5. Memanjangkan jenggot.
6. Mencabut bulu ketiak.
7. Memotong kuku.
8. Istinja’ dengan air.
9. Memotong bulu kemaluan.
10. Menyela jari-jari tangan dan kaki dengan air.
*18. Langkah Syetan Dalam Masa Tarbiyah*
1. Menghalangi insan dari masuk Islam.
2. Menghalangi muslim dari hijrah.
3. Ketika khuruj fii sabilillah dihalang-halangi supaya tidak menyempurnakan waktu.
4. Ketika waktu sempurna, dihalangi supaya tidak menyempurnakan amal.
5. Ketika amal sempurna, dihalangi supaya tidak ikhlas.
6. Setelah ikhlaspun, ketika pulang dari khuruj dihalangi supaya mengerjakan perkara sia-sia dan dibuat perasaan bahwa Allah SWT telah menerima amalnya.
*19. Syarat Sukses Dalam Tarbiyah*
1. Ada musryid atau murabbi yang terpercaya sebagai ahli iman dan amal.
2. Ada kawan yang selalu mengingatkan atau memberi nasihat dalam kesalahan.
3. Ada lawan yang memberi kritik sehingga kita dapat menyempurnakan kekurangan yang terjadi.
4. Ada muhasabah, “Sudahkah wujud dalam kehidupan saya?”
3 years ago | [YT] | 2
View 0 replies
DA'I LOMBOK
*MUHASABAH*
*_KEBERPIHAKAN PADA KEBENARAN ATAU KEBATILAN_*
Saudaraku,
Kebenaran dan kebatilan selamanya tidak akan pernah bisa dipertemukan dan dikompromikan. Setiap orang harus memiliki sikap yang tegas terhadap salah satu dari kedua hal tersebut, berpihak pada kebenaran atau kebatilan. Orang yang berakal tentu akan berpihak pada sebuah kebenaran....
Ada sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari sikap seekor burung pipit ketika melihat Nabi Ibrahim 'alaihi sallam dibakar oleh Raja Namrud. Si burung ini segera mengambil sikap untuk menolong Nabi Ibrahim 'alaihi sallam yang dianggapnya sebagai pihak yang benar. Dia bolak-balik mengambil air dan meneteskannya di atas api yang membakar Nabi Ibrahim 'alaihi sallam.
Melihat hal tersebut, seekor cicak menertawakannya. Si cicak berkata, “Hai pipit! Bodohnya yang kau lakukan itu. Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja. Mana mungkin bisa memadamkan api itu?”
Pipit menjawab, “Wahai cicak! Memang tak mungkin aku bisa memadamkan api yang besar itu. Tapi aku tak mau jika Allah Azza wa Jalla melihatku diam saja, saat sesuatu yang dicintai oleh Allah Azza wa Jalla itu didzalimi. Allah Azza wa Jalla tak akan melihat hasilnya, apakah aku berhasil memadamkan api itu atau tidak.Tapi Allah Azza wa Jalla akan melihat di mana aku berpihak?”
Cicak terus tertawa. Lantas sambil menjulurkan lidahnya, ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Memang tiupan cicak tak ada artinya, tak akan menambah besar api yang membakar Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Tapi Allah Azza wa Jalla melihat di mana ia berpihak...
Saudaraku,
Apa yang dilakukan burung pipit dan cicak merupakan bukti keberpihakan keduanya terhadap sebuah masalah. Burung pipit berpihak pada kebenaran sedang cicak berpihak pada kebatilan...
Burung pipit memilih membantu Nabi Ibrahim 'alaihi sallam meski dia tahu bantuannya tidak akan bisa memadamkan api. Namun ia yakin bahwa ini adalah bentuk keberpihakan terhadap kebenaran...
Hal yang sama juga dilakukan oleh seorang sahabat Rasulullah yaitu Abu Dzar Al Ghifari. Setelah melihat ajaran yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebuah kebenaran, maka ia mengajak kaumnya untuk masuk Islam. Untuk meyakinkan mereka, Adu Dzar membawa kabilahnya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam...
Melihat kehadiran rombongan tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun menyambut mereka dengan menyatakan: “Suku Ghifar telah diampuni oleh Allah” dan “Suku Aslam telah diberi keselamatan dan kesejahteraan oleh Allah”. Sedangkan secara khusus kepada Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan: “Tidak akan pernah diketemukan di kolong langit ini seorang manusia yang sangat benar ucapannya, sangat tajam dan sangat tegas dalam hal mengucapkan kebenaran kecuali Abu Dzar.”
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan secara khusus tentang Abu Dzar karena dia memiliki prinsip bahwa setiap orang harus berpihak pada kebenaran dan melakukan sesuatu untuk menunjukkan keberpihakan pada kebenaran tersebut...
Dari kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran yang sangat berharga bahwa setiap orang yang mengaku beriman harus memiliki keberpihakan yang jelas terhadap sebuah kebenaran yang kini sudah mulai pudar, lentur dan luntur. Sangat sedikit orang yang tegas berpihak pada kebenaran. Kebanyakan hanya diam membisu...
Memang, keberpihakan tidak akan merubah takdir Allah Azza wa Jalla. Namun sikap tersebut akan menentukan posisi keberpihakan kita ada di mana. Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
"Dan katakanlah, kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap."
(QS. Al Isra': 81)
ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ١٤٧
“Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
(QS. Al-Baqarah: 147)
وَقُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ
“Dan katakanlah, kebenaran itu datangnya dari Rabbmu.”
(QS. Al-Kahfi: 29)
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٦
“Hal itu karena sesungguhnya Allah sajalah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Hajj: 6)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa berpihak pada kebenaran untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.
_Wallahua'lam bishawab_
3 years ago | [YT] | 0
View 0 replies
Load more