innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Sungguh segala yang ada di muka bumi ini Kami jadikan hiasan bagi bumi.
Dengan kesenangan dunia ini Kami menguji manusia, siapa di antara mereka yang paling taat kepada Allah.
[Al-Kahfi, 18: 7]
Cahaya Islam
4 years ago | [YT] | 151
View 1 reply
Cahaya Islam
PUASA ARAFAH MENGHAPUSKAN DOSA 2 TAHUN
Hari Arafah (9 Dzulhijjah) adalah hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari tersebut disyari’atkan amalan yang mulia yaitu puasa. Puasa ini disunnahkan bagi yang tidak berhaji.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang..” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan dari puasa Arafah, dan besarnya pahala puasa tersebut pada sisi Allah karena disebutkan pahalanya adalah menghapuskan dosa dua tahun.
Puasa Arafah diperintahkan kepada orang yang tidak berhaji sedangkan orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melakukan puasa ini, bahkan yang sesuai sunnah mereka (jamaah haji) tidak berpuasa Arafah karena mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dosa yang terampuni adalah dosa kecil (ash-shaghair). Adapun dosa besar (al-kabair) seperti zina, makan riba, sihir, dan lainnya mesti dengan taubat untuk menghapusnya, tidak cukup dengan melakukan amalan saleh semata. Demikian pendapat dari jumhur ulama. Namun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil dan dosa besar.
Disunnahkan bagi setiap muslim untuk semangat berdoa pada hari Arafah karena berharap doa-doanya diijabah (dikabulkan), karena kondisi orang yang berpuasa juga adalah kondisi mustajabnya doa. Doa ketika berbuka puasa juga adalah doa yang lebih mudah untuk dikabulkan.
Disunnahkan bertakbir bakda shalat Shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga hari tasyrik yang terakhir (13 Dzulhijjah, pada waktu Ashar). Ucapan takbirnya adalah: ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA LILLAHIL HAMD.
4 years ago | [YT] | 366
View 18 replies
Cahaya Islam
Allâhuma innî ashbahtu minka fî ni’matin wa ‘âfiyatin wa sitrin fa-atimma ‘alayya ni’mataka wa ‘âfiyataka wa sitraka fiddunya wal âkhirah “Ya Allah, sesungguhnya aku sudah mendapatkan nikmat, kesehatan, dan perlindungan-Mu di pagi dan soreku, maka sempurnakanlah untukku nikmat-Mu dan perlindunganMu selama di dunia hingga akhirat.” (HR. Ibnu Sunni)
5 years ago | [YT] | 470
View 57 replies
Cahaya Islam
*JANGAN LEWATKAN BESOK PUASA SENIN*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
_“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”_ (HR. Tirmidzi no. 747. Shahih dilihat dari jalur lainnya).
5 years ago | [YT] | 661
View 17 replies
Cahaya Islam
Kunci ke surga
5 years ago | [YT] | 48
View 4 replies
Cahaya Islam
Bismillah..
5 years ago | [YT] | 38
View 0 replies
Cahaya Islam
Syair I'tiraf adalah doa Abu Nawas untuk merayu Tuhan, menjadi syair dan pujian yang populer di kalangan muslim.
Syairnya indah, membuat siapa saja yang membacanya secara khidmat ingin meneteskan air mata.
Misalkan pada baris pertama syair yang berarti, “Wahai Tuhanku, hamba tak pantas menjadi penghuni surga.
Namun, hamba pun tak sanggup menjadi penghuni neraka.”
Apakah ada yang tahu kisah di balik doa Abu Nawas ini?
Dalam kumpulan cerita Kisah 1001 Malam Abu Nawas Sang Penggeli Hati, asal mula syair i’tiraf dijelaskan.
Alkisah ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama.
Orang pertama bertanya, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”
Abu Nawas menjawab, “Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil.”
“Mengapa?” kata orang pertama.
“Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan,” kata Abu Nawas.
Orang kedua bertanya, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”
Jawab Abu Nawas, “Orang yang tidak mengerjakan keduanya.”
“Mengapa?” kata orang kedua.
“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan,” kata Abu Nawas.
Kini giliran orang ketiga, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?”
“Orang yang mengerjakan dosa-dosa besar,” jawab Abu Nawas.
“Mengapa?” kata orang ketiga.
“Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu,” jelas Abu Nawas.
Kemudian ketiga orang itu pulang dengan perasaan puas.
Ada murid yang sejak awal mendengar tanya jawab Abu Nawas dan ketiga tamunya.
Kerena belum mengerti ia pun bertanya kepada Abu Nawas.
“Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda?” tanya si murid.
Jawab Abu Nawas, “Manusia dibagi menjadi tiga tingkatan.
Tingkatan mata, tingkatan otak, dan tingkatan hati.”
Kemudian Abu Nawas menjelaskan ketiga tingkatan itu.
Ada anak kecil yang melihat bintang di langit.
Ia mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata.
Demikianlah tingkatan mata.
Berbeda dari orang pandai yang melihat bintang di langit.
Ia mengatakan bintang itu besar karena ia berpengetahuan.
Inilah tingkatan otak.
“Lalu apakah tingkatan hati itu?” sela si murid.
Ialah orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit.
Ia tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar.
Karena bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu apa pun yang besar jika dibandingkan dengan ke-Maha-Besaran Allah.
Si murid mulai mengarti maksud dari Abu Nawas.
“Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?” si murid bertanya lagi.
“Mungkin,” jawab Abu Nawas.
“Bagaimana caranya?”
“Dengan merayu-Nya melalui pujian dan doa,” jelas Abu Nawas.
“Ajarkanlah doa itu padaku wahai guru.”
Doa itu adalah: Ilahi lastu lil firdausi ahlaan, wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi, fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi.
Begitulah kisah asal mula doa Abu Nawas yang dikenal dengan syair i’tiraf.
Berikut syair lengkap dan artinya:
اِلَهِى لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلًا # وَلَا اَقْوَى عَلَى النَّاِر الْجَحِيمِ
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Wahai Tuhanku, hamba tak pantas menjadi penghuni syurga.
Namun, hamba pun tak sanggup menjadi penghuni neraka.
فَهَبْ لِى تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِي # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذُنُوْبِ العَظِيْمِ
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
Terimalah tobat-tobat hamba dan ampunilah dosa-dosa hamba.
Sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun atas segala dosa yang hamba perbuat.
ذُنُوْبِى مِثْلُ اَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَا ذَا الْجَلَالِ
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
Dosa-dosa hamba bagaikan tumpukan pasir.
Terimalah tobat hamba, wahai yang Maha Mulia.
وَ عُمْرِى نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَ ذَنْبِي زَائِدٌ كَيْفَ اخْتِمَالىِ
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Sementara umur hamba kian hari kian berkurang.
Dan dosa hamba kian bertambah, bagaimana mungkin hamba mampu memikulnya.
إِلَهِى عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
Wahai tuhanku, hamba-Mu yang penuh dengan dosa ini, kini menghadap-Mu memohon ampunan.
فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ اَهْلٌ # وَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْ سِوَاكَ
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka
Jika Engkau mengampuni, pantaslah karna Engkau maha pengampun.
Namun, jika Engkau menolak permohonan hamba, kepada siapa hamba berharap selain Engkau.
5 years ago | [YT] | 45
View 1 reply
Cahaya Islam
.
5 years ago | [YT] | 30
View 0 replies
Cahaya Islam
6 years ago | [YT] | 60
View 0 replies